Berita

ilustrasi/ist

BBM NAIK

Menteri ESDM Cuma Tawarkan Dua Opsi, Banteng Senayan Ngamuk

SELASA, 28 FEBRUARI 2012 | 20:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Banteng Senayan ngamuk dengan tawaran Menteri Energi Sumber Daya Minyak, Jero Wacik.

Adalah Wakil Ketua Komisi VII DPR, Efendi Simbolon yang menyatakan tidak akan menyetujui dua opsi pemerintah untuk kenaikan harga bahan minyak (BBM) bersubsidi dengan alasan menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Jangan cuma selamatkan APBN, selamatkan juga rakyat. Ini tidak adil. Kita harus selamatkan konstitusi kita," kesal Efendi saat rapat kerja dengan Kementerian ESDM di Ruangan Rapat Komisi III, DPR, Jakarta, Selasa, (28/2)


Simbolon pun menyayangkan sikap pemerintah yang menawarkan dua opsi terkait pengurangan besaran subsidi penjualan bahan bakar minyak per liter.

"Kenapa pollingnya cuma dua? Pembatasan atau menaikkan? Kan masyarakat jadi tidak bisa memilih pilihan yang lain? Coba kalau dimasukkan opsi ketiga, tidak menaikkan BBM, pasti masyarakat memilih yang ketiga," papar Efendi.

Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengusulkan dua opsi terkait pengurangan besaran subsidi penjualan bahan bakar minyak per liter. Salah satunya adalah kenaikan harga jual eceran BBM sebesar Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000.

Opsi kedua adalah pemerintah tetap memberikan subsidi kepada harga eceran BBM dengan maksimal Rp 2.000 per liter untuk BBM jenis premium dan solar. Dengan opsi kedua ini maka berapapun harga minyak mentah dunia, harga eceran BBM akan tetap dapat subsidi. Maksudnya, kata dia, pemerintah tidak akan kesulitan menghadapi fluktuasi harga minyak mentah dunia. [arp]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya