Berita

rizal ramli

POLING FACEBOOKERS

Hanya Rizal Ramli, Mahfud MD, dan Jokowi yang Layak sebagai Capres

SENIN, 27 FEBRUARI 2012 | 06:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gerakan Menuju Indonesia Bermartabat (MIB) telah mengumumkan hasil penjaringan nama-nama tokoh yang dianggap layak diperjuangkan untuk maju sebagai calon presiden Indonesia di Jogjakarta, kemarin (Sabtu, 26/2). Oleh gerakan yang beranggotakan sekitar 10 ribu Facebookers di 31 provinsi itu disebutkan bahwa tiga tokoh layak sebagai capres, yaitu Dr. Rizal Ramli, Mahfud MD, dan Joko Widodo.

Koordinator MIB, Sholeh UG, menjelaskan, nama ketiga tokoh ini muncul melalui proses penjaringan bertahap. Tahap pertama menginventarisasi tokoh-tokoh yang sudah muncul di media massa, baik yang sudah dicalonkan atau diusung oleh partai politik maupun mencalonkan diri.

Termasuk dalam tahap ini adalah tokoh-tokoh yang muncul dalam polling-polling yang dilakukan oleh lembaga survei. Nama-nama tokoh tersebut kemudian dikaji, dan dibahas oleh forum facebookers. Figur-figur tersebut antara lain  Abu Rizal Bakrie, Sri Mulyani Indrawati, Prabowo Subianto, Mahfud MD, Puan Maharani, Anas Urbaningrum, Hatta Radjasa, Yusril Ihza Mahendra.

Kemudian melalui tahap usulan terbuka. Tiap anggota bebas mengusulkan tokoh yang menurut catatan anggota layak diperjuangkan. Nama-nama yang muncul adalah: Mahfud MD, Rizal Ramli, Joko Widodo, Anies Baswedan, Hery Zudianto, Agustin Teras Narang, Fadjroel Rahman, Fadel Muhammad, Din Syamsuddin, dan Yusril Ihza Mahendra.

Tahap inventarisasi, yaitu nama-nama yang sudah muncul dari proses pertama dan mendapat catatan positif anggota masuk dalam tahap ketiga. Sedang nama-nama yang diusulkan oleh anggota, selama dia bukan tokoh yang masuk tahap pertama dan sudah ditolak, langsung masuk dalam tahap inventarisasi.

Dalam tahap ini ada Sembilan tokoh yang muncul yaitu Rizal Ramli, Joko Widodo (Jokowi), Fadel Muhammad, Yusril Ihza Mahendra, Din Syamsuddin, Anies Baswedan, Fadjroel Rahman, dan Mahfud MD. Dengan munculnya sembilan nama tersebut otomatis nama-nama yang masuk sebelumnya dianggap tidak layak oleh para anggota MIB.

Alasan utama terhadap penolakan tokoh-tokoh tersebut antara lain:

Bagian dari pemerintah SBY yang masih menyimpan berbagai persoalan Seperti Sri Mulyani, Anas Urbaningrum, dan Hatta Radjasa. Memiliki track record yang kurang baik, yaitu  Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Sri Mulyani, Anas Urbaningrum. Sedangkan yang dianggap belum jelas kiprahnya, Puan Maharani dan Agustin Teras Narang.

Menurut Sholeh UG, sembilan nama yang sudah disetujui itu kemudian didiskusikan oleh forum. Setiap hari dimunculkan satu nama. Beberapa tokoh menimbulkan perdebatan seru; pro dan kontra.

Sedang beberapa tokoh lain melaju mulus tanpa keberatan. Akhirnya dari sembilan nama itu ditetapkan tiga nama, yaitu Rizal Ramli, Joko Widodo, dan Mahfud MD.

Rizal Ramli disetujui mayoritas karena kemampuannya di bidang ekonomi, komitmennya pada ekonomi kerakyatan, integritas, dan sikap oposisinya terhadap pemerintahan SBY. Mahfud MD disetujui karena kepakarannya di bidang hukum tata negara, keberanian, dan integritasnya. Sedangkan Joko Widodo disetujui karena keberhasilannya memimpin Solo, keberpihakannya pada mobil Esemka, dan upayanya mempertahankan bangunan cagar budaya yang akan dirobohkan dan diganti menjadi mall.

Sedangkan enam nama lain tidak disetujui oleh mayoritas anggota yang memberi komentar terhadap pemunculan nama di group MIB. Keberatan anggota terhadap enam tokoh yang tidak lolos tersebut, antara lain karena factor:

Masih menyimpan persoalan masa lalu, seperti  Fadel Muhammad dan Yusril Ihza Mahendra. Dianggap tidak mumpuni karena sikapnya sering tidak pada tempatnya, yaitu  Din Syamsuddin dan Fadjroel Rahman. Belum memiliki kesiapan atau ketokohannya masih diragukan, yaitu  Anies Baswedan.

Setelah melalui proses tersebut Menuju Indonesia Bermartabat (MIB) setuju dan akan menyuarakan Rizal Ramli, Joko Widodo, dan Mahfud MD untuk dicalonkan sebagai calon pemimpin Indonesia.

MIB mensyaratkan seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan transformasional bukan transaksional, dan karena itu harus bebas dari belenggu sistem (baik kepartaian maupun pemerintahan). Kepemimpinan transformasional adalah pemimpin yang berada di barisan terdepan untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik, bukan hanya sekedar berwacana tapi juga harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Dan ketiga tokoh tersebut telah teruji dalam kiprahnya memiliki tipe kepemimpinan transformasional.

Bersih dan berani membersihkan. Pemimpin tidak boleh terikat dengan kontrak-kontrak politik-ekonomi yang akan membuat dirinya tersandera, dan kemudian dalam pengambilan kebijakannya harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, kaum kapitalis dan neolib. Pemimpin juga harus berani untuk mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk penyimpangan, demi menegakkan martabat bangsa Indonesia.  Dan ketiga tokoh tersebut sudah teruji bersih dan memiliki keberanian untuk membersihkan.

Berani dan berintegritas, serta memiliki sikap nasionalisme yang jelas. Sebagai sebuah bangsa yang berdaulat, dengan kekayaan alam yang berlimpah dan SDM yang mumpuni di segala bidang, maka seorang pemimpin haruslah berani menegaskan kedaulatan Negara dari campur tangan asing yang hendak menjajah Indonesia, baik secara politik, ekonomi maupun militer. Pemimpin harus berani melindungi hak-hak rakyat, melindungi aset-aset Negara dari upaya penjarahan pihak asing, baik penjarahan secara legal melalui perjanjian dan traktat internasional, maupun penjarahan illegal.

Seorang pemimpin harus memiliki visi jauh kedepan, berjiwa kenegarawanan. Sehingga seorang pemimpin tidak boleh hanya mementingkan kelompok, golongan dan partainya saja, tapi harus benar-benar menyejahterakan warga bangsa, membawa warga bangsa menuju kemakmuran.[zul


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya