Berita

Dunia

Setelah Disapu Reformasi, Maroko Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

KAMIS, 23 FEBRUARI 2012 | 16:33 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Setelah di tahun lalu “disapu” oleh gelombang reformasi, mulai dari berbagai demonstrasi yang terinspirasi Arab Spring Uprising, amandemen konstitusi yang diinisiasi Raja Muhammad VI, hingga pemilihan umum yang dimenangkan partai Islam moderat, di tahun 2012 ini Kerajaan Maroko mempercepat pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih signifikan.

Tanggal 9 Februari lalu, misalnya, Raja Muhammad VI meresmikan kompleks industry baru di Zona Ekonomi Khusus Tangier seluas 300 hektar. Kompleks yang didirikan kelompok Renault tahun 2008 ini melingkupi instalasi perakitan yang dapat diakses dari Pelabuhan Tangier Med. Tujuan utama dari kompleks baru ini adalah untuk melengkapi proses manufaktur kendaraan ekonmis Renault.

Morocco World News melaporkan bahwa dunia internasional dan kawasan Timur Tengah khususnya memuji pendekatan yang dilakukan Kerajaan Maroko dalam menghadapi gelombang demokratisasi di kerajaan yang berdiri sejak abad ke-8 itu. Maroko dinilai tidak bertela-tele dan mau mengambil tindakan cepat dalam merespon perkembangan politik di kawasan tersebut.

Kunci penting di balik keberhasilan Maroko itu adalah kenyataan bahwa demokrasi bukan merupakan barang baru bagi masyarakatnya.

Di sisi lain, Raja Muhammad VI juga tampak menyadari bahwa reformasi politik hanya dapat berjalan dengan smooth dengan percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi. Hanya dengan pembangunan ekonomi yang signifikan lah reformasi politik dapat bergerak ke arah yang positif dan konstruktif.

Renault adalah salah satu produsen mobil papan atas milik Prancis. Jurubicara perusahaan itu, seperti dikutip Morocco World News mengatakan bahwa Maroko merupakan sebuah negara yang stabil dan aman dengan begitu banyak fasilitas menarik dan investor potensial. “Terlebih kedekatan Tangier Med dan kapabilitas logistik yang dimilikinya adalah faktor kunci di Melhoussa,” ujar sang jurubicara.

Kompleks industri Renault ini juga akan menjadi pusat untuk memasok pasar di Eropa, Turki dan seluruh Afrika serta Amerika Selatan.

Sementara itu International Monetary Fund (IMF) diperkirakan memperkirakan bahwa reformasi politik akan mendorong pertumbuhan ekonomi Maroko hingga 4,6 persen tahun ini. Kalangan pebisnis juga memperkirakan bahwa semakin banyak pihak yang akan menanamkan modal di negara itu. [guh]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya