Berita

Presiden Medvedev/ist

Presiden Medvedev Sambut Hangat Djauhari sebagai Dubes RI yang Baru

KAMIS, 23 FEBRUARI 2012 | 10:01 WIB | LAPORAN:

RMOL. Di sela-sela cuaca minus 10 derajat Celcius, di Istana Keperesidenan Kremlin, Moskow, Rabu, (22/02), Presiden Federasi Rusia Dmitry Medvedev menerima penyerahan surat kepercayaan Duta Besar Republik Indonesia yang baru, Djauhari Oratmangun dengan penuh kehangatan.

Demikian yang disampaikan Penanggung Jawab Fungsi Pensosbud dan Pendidikan, M Aji Surya, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat yang lalu, Kamis (23/02).
 
Dalam pidatonya yang tampak tanpa basa-basi, Presiden Dmitry Medvedev menggarisbawahi perkembangan dinamika positif dan dialog intensif pada tingkat tinggi dengan Republik Indonesia.


Pendekatan praktis dan potensi yang cukup besar dalam hubungan bilateral, kesamaan pandangan mengenai isu-isu kunci dewasa ini merupakan dasar yang kuat untuk kerjasama di berbagai bidang mulai dari energi dan ruang angkasa, hingga proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar.
 
"Kami berkeinginan terus bekerjasama untuk tercapainya kepentingan dalam memperkuat perdamaian dan keamanan di kawasan Asia-Pasifik," kata Presiden Medvedev.
 
Sementara itu, dalam pembicaraan yang akrab dengan Presiden Medvedev pasca penyerahan surat kepercayaan, Dubes Djauhari menyampaikan salam dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan disambut dengan penyampaian salam balasan oleh Presiden Medvedev.
 
Dubes Djauhari juga menandaskan, Indonesia sangat berbesar hati Rusia memiliki komitmen memperkuat kemitraan strategis atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan. Dubes mengutarakan arti penting kedua negara di segala bidang, terutama dari aspek kerjasama ekonomi, pariwisata dan pendidikan.
 
Pertumbuhan perdagangan bilateral kedua negara sangat signifikan, meskipun krisis gobal masih belum surut. Wisatawan Rusia ke Indonesia semakin membanjir dan terjadi peningkatan minat Warga Negara Indonesia untuk studi di Rusia.
 
Menurut catatan, volume perdagangan Indonesia-Rusia periode Januari-November 2011 sebesar USD 2,237 miliar atau terjadi peningkatan sebesar 42% dari periode yang sama tahun 2010.

"Target volume perdagangan kedua negara sebesar USD 5 miliar akan tercapai pada 2014," kata Dubes Djauhari.
 
Sementara itu, arus wisatawan Rusia ke Indonesia terus melambung dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 wisatawan Rusia ke Indonesia mencapai 90.899 orang atau naik 14,92% dibandingkan tahun 2010 yang tercatat 79.100 orang. 
 
Ditambahkannya, peranan Indonesia dan Rusia di forum regional dan internasional sangat besar, seperti ASEAN, ASEAN Regional Forum (ARF), East Asia Summit (EAS), ASEM dan negara anggota Kelompok 20 (G-20).

"Rusia sebagai ketua APEC pada 2012 dan Indonesia akan mengambil alih estafet kepemimpinan tahun depan," ujar Dubes Djauhari.

Dengan berpakaian tradisional Indonesia berupa teluk belanga lengkap, Dubes Djauhari hadir di Kremlin bersama tujuh Duta Besar yang secara bergiliran menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Rusia. Selain Indonesia, para Duta Besar tersebut adalah dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Lithuania, Swiss, Pantai Gading, Zambia dan Panama.
 
Upacara penyerahan surat kepercayaan Dubes Djauhari kepada Presiden Rusia berlangsung menurut protokoler khas Rusia. Dubes dijemput langsung oleh pejabat keprotokolan Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia dari Wisma Duta di Novokuznetskaya Ulitsa 14 yang berjarak sekitar 1,5 km dari Istana Kepresidenan Kremlin.
 
Setibanya di Grand Kremlin Palace, Dubes menuju St. George’s Hall di lantai dua melewati barisan pasukan pengawalan kehormatan khusus yang berdiri di anak tangga sepanjang 40 meter. Selanjutnya Dubes dipersilakan memasuki St. Alexander’s Hall, sebuah ruangan megah penuh dengan ornamen-ornamen berlapiskan emas yang merupakan tempat seremoni penyerahan Surat-surat Kepercayaan.
 
Penyerahan surat kepercayaan ini menandai dimulainya aktivitas penuh Djauhari Oratmangun sebagai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia di wilayah Federasi Rusia. Djauhari Oratmangun dilantik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Desember 2011. [ysa]

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya