Berita

Pemerintah Idap Penyakit Rabun Jauh, Impor Beras Menjadi Keniscayaan

SELASA, 21 FEBRUARI 2012 | 09:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kebijakan impor beras yang dijalankan pemerintah saat ini memang sebuah keniscayaan akibat dari kesalahan pemerintah sendiri. Pemerintah selama ini mengidap penyakit rabun jauh alias myiopic.

Pasalnya, pemerintah selama ini mengabaikan revitalisasi pertanian khususnya padi. Tak hanya itu, pemerintah juga minim memberikan insentif untuk melindungi petani. Akibatnya, terjadi penyusutan jumlah petani yang menanam padi sehingga stok beras nasional selalu terancam kekurangan.

"Bagi saya impor beras saat ini adalah keniscayaan sebagai kebijakan jangka pendek," ungkap ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 21/2).

"Tetapi pemerintah harus segera mengobati kebijakan rabun jauh ini dengan melakukan intensifikasi pertanian dengan sungguh-sungguh tidak sekadar retorika tanpa aksi," sambung dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini.

Karena menurutnya, kebijakan pemerintah mengimpor beras sangat keterlaluan alias tidak wajar. Karena Indonesia sebenarnya memiliki geografis dan struktur ekonomi agraris.

Pemerintah memang kembali mengimpor beras. Kemarin, sebanyak 15.000 ton beras impor asal India mulai masuk ke Lampung melalui Pelabuhan Panjang. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya