Berita

Lewis Ha­milton

Olahraga

Hamilton Ngaku Mobilnya Kuno

Formula Satu
SABTU, 18 FEBRUARI 2012 | 08:38 WIB

RMOL. Pebalap McLaren Lewis Ha­milton mengaku, kecewa de­ngan desain mobil terbaru timnya MP4-27.

Pebalap asal Inggris ini me­nyatakan, desain MP4-27 tidak sesuai dengan harapannya dan sudah ketinggalan zaman.

“Ketika saya melihat mobil-mobil lainnya di Jerez. Saya ber­pikir, kenapa kami tidak mem­buat mobil yang sama dengan mereka,” ujar Ha­mil­ton yang sudah menjajal MP4-27 di Sirkuit Jerez pada 7 hingga 10 Februari 2012 lalu.

Juara dunia F1 2008 ini juga me­ngeluh jika perubahan re­gulasi blown diffuser yang di­terapkan pada MP4-27, mem­buatnya lebih sulit untuk me­ngendalikan mobil, khususnya di tikungan cepat.

Namun begitu, Hamilton  tetap optimis jika timnya akan se­gera memperbaiki dan me­nyempurnakan MP4-27 di pabrik mereka yang bermarkas di Woking, Inggris.

Menurutnya, selama be­be­ra­pa pekan ke depan, tim­nya akan mendapatkan hasil yang di­inginkannya. Sebelum me­mulai musim balap 2012 di Mel­bourne, Australia, Mc­La­ren dan tim F1 lainnya akan me­lakukan tes terakhir di Bar­celona pada 21 hingga 24 Februari 2012.

“Saya masih merasa positif  dengan kinerja mobil ini. Saya per­caya rekan-rekan saya di Wo­king bisa memperbaiki ke­lemahan MP4-27. Anda ha­rus ingat jika semua orang hanya fo­kus terhadap program me­reka masing-masing. Ini bu­kan­lah kontes untuk menge­ta­hui siapa yang tercepat,” tegas Hamilton.

Di tempat terpisah, Teknisi Red Bull Racing, Adrian Ne­wey yakin bahwa Mercedes GP punya alasan tersendiri, soal peluncuran mobilnya le­bih lambat daripada tim lainnya.

Newey berpendapat, tim yang diperkuat legenda balap F1 Michael Schumacher dan Nico Rosberg ini sedang me­nyem­bunyikan kekuatan mobil barunya.

Seperti diketahui, Mercedes baru akan pada 21 Februari men­datang. Sekaligus me­nyam­but tes pramusim kedua yang berlangsung di Bar­ce­lo­na. “Saya berasumsi bahwa me­­reka ingin menyem­bunyi­kan sesuatu dari kompetisi. Ka­rena itu dapat menjadi se­sua­tu yang bisa di­ikuti secara ce­pat. Mereka berusaha keras me­nyembu­nyi­kannya,” ujar Ne­wey. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya