Berita

boediono/ist

Boediono Disarankan Tiru Kenegarawanan Christian Wulff

JUMAT, 17 FEBRUARI 2012 | 23:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Wakil Presiden Boediono disarankan meniru kenegarawanan Presiden Jerman Christian Wulff. Wulff tak segan-segan mengundurkan diri gara-gara setiap hari diberitakan media terlibat skandal korupsi.

"Saran saya beliau (Boediono) harus meniru Wulff. Itu akan menunjukkan dia seorang negarawan. Perlu diingat, kekuasaan bukan segala-galanya," kata  pengamat politik dari Universitas Az Azhra Jakarta,  Ilyas Indra Damarjati kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat malam, 17/2).

Hari ini Wulff mengundurkan diri. Dia mundur setelah para jaksa menuntut imunitasnya dicabut untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan telah menyalahgunakan jabatannya. Wulf hampir setiap hari dituduh media menerima hadiah-hadiah ketika menjadi perdana menteri negara bagian Lower Saxony. Ia dikabarkan mengambil uang untuk membayaar sewa hotel Wulff untuk dua kali menginap.


Wapres Boediono, seperti kita tahu, juga telah banyak diberitakan terlibat dalam skandal Century. Kasusnya lebih hebat bahkan dari yang dialami Wulff. Keputusan menggelontorkan Rp 6,7 triliun yang dilakukannya sewaktu menjadi Gubernur Bank Indonesia disebut-sebut sebagai skandal perampokan uang rakyat.

"Dia (Boediono) akademisi, saya tidak yakin dia terlibat langsung dalam Century. Mungkin hanya terjebak oleh sistem. Jadi tepatnya kalau dia mundur bukan mundur karena bersalah," tandasnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya