Berita

angelina sondakh

Tim Andi Arief Tidak Mengalihkan Isu Angelina Sondakh

JUMAT, 17 FEBRUARI 2012 | 13:10 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Tim Bencana Katastropik Purba yang meneliti sejumlah catatan sejarah dan gejala geologi yang berkaitan dengan bencana di masa-masa silam tidak menggunakan uang negara. Tim ini pun bekerja bukan untuk mengalihkan isu politik, termasuk isu yang menyangkut politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet Jakabaring di Palembang, Sumatera Selatan.

"Ini adalah riset indepen yang dilakukan oleh beberapa individu yang kemudian bergabung dalam tim. Tidak ada uang negara yang digunakan. Saya juga tidak dibayar negara. Ada uang pinjaman dari sana-sini yang tidak mengikat, dan saya menggunakan alat-alat dari teman-teman," ujar Dr. Andang Bachtiar, mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang menjadi salah seorang peneliti ahli dalam tim yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (KSP BSB) itu.

"Bergabung dengan tim membuat saya dan kawan-kawan lebih mudah dalam melakukan penelitian," ujarnya lagi ketika berbicara dalam rapat yang digelar di Sekretariat Negara di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat (Jumat, 17/2).

Dalam rapat itu, Tim Bencana Katastropik Purba menyerahkan hasil penelitian mereka kepada tiga kementerian, yakni Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sejumlah peneliti dari berbagai lembaga, termasuk IAGI juga hadir dalam rapat yang dipimpin Asisten SKP BSB Erick Ridzky. Selain Andang Bachtiar, peneliti utama Tim Bencana Katastropik Purba yang hadir adalah Dr. Danny Hilman dan Dr. Didit Budiyanto Ontowiryo.

SKP BSB Andi Arief menimpali ucapan Dr. Andang dengan mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan tim tersebut juga tidak dilakukan untuk mengalihkan isu politik.

"Bukan untuk mengalihkan (misalnya) isu Angelina Sondakh," ujarnya.

"Kami tidak menggunakan aset negara, kecuali ruang rapat dan konsumsi saat rapat," ujarnya lagi sambil mengatakan bahwa hal lain yang mereka gunakan adalah jaringan kelembagaan untuk mempermudah akses para peneliti. [guh]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya