Berita

andi arief

KATASTROPIK PURBA

Mengapa Kalau Andi Arief Bicara Jadi Ribut?

JUMAT, 17 FEBRUARI 2012 | 11:18 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief tengah memimpin presentasi hasil peneltian yang dilakukan Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk kantornya. Tim tersebut dibentuk untuk mempelajari catatan sejarah dan bukti geologis yang meninggalkan tanda-tanda kebencanaan di masa lalu.

Rapat yang tengah berlangsung dan digelar di lantai tiga gedung Sekretariat Negara di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, dihadiri perwakilan dari Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wakil dari Mabes Polri dan TNI juga terlihat hadir memenuhi ruangan. Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky juga hadir.

Saat laporan ini ditulis, Dr. Danny Hilman tengah mempresentasikan hasil penelitian di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Di sebelah kanannya duduk Dr. Andang Bachtiar yang juga mempresentasikan penelitian di Batujaya, Jawa Barat.

"Saya diperintahkan Presiden SBY untuk berkordinasi dengan tiga kementerian," ujar Andi Arief saat membuka rapat.

Sekitar satu setengah lalu, sebutnya, belasan periset yang merupakan tim ahli SKP BSB mulai membicarakan pentingnya mengkaji hubungan antara bencana dan peradaban di masa lalu.

"Terus terang saya tidak memiliki pengalaman yang cukup di bidang ini. Jadi menurut saya tidak ada salahnya kalau saya berkordinasi dengan para ahli," ujarnya lagi.

Kordinasi dan penelitian yang dilakukan para ahli di Tim Bencana Katastropik Purba dilakukan untuk mengisi kekosongan riset kebencanaan yang selama ini kosong.

"Selama ini lebih banyak dilakukan secara personal. Akhirnya ketika gempa bumi dan letusan gunung terjadi, karena kita miskin katalog, banyak korban yang jatuh," kata Andi yang didampingi Kordinator Tim Bencana Katastropik Purba Erick Ridzky.

Dalam perjalanan penelitian inilah, Kantor SKP BSB menemukan hal-hal di luar kebencanaan.

"Kami berharap ketiga kementerian berkenan untuk mempertimbangkan hasil penelitian tim ini. Terserah apakah akan dilanjutkan atau tidak, karena itu sudah di luar kewenangan saya. Kalau dianggap perlu dan brmanfaat bagi kita semua, silakan dilanjutkan. Kalau dirasa tidak ada gunanya, dihentikan," masih kata Andi Arief.

Dia menyadari bahwa penelitian yang dilakukan tim yang pembentukannya ini mendapat izin dari Presiden SBY menuai kontroversi. Tetapi menurut Andi Arief, terlepas dari kontroversi dan ketidakpercayaan publik, apa yang dilakukan tim tersebut adalah untuk mengisi kekurangan katalog bencana nasional dalam konteks mitigasi bencana.

"Saya tidak tahu mengapa kalau saya bicara jadi ribut. Tetapi ini untuk mengisi kekurangan katalog bencana," demikian Andi Arief. [guh]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya