Berita

Ida Laksmiwati

Wawancara

WAWANCARA

Ida Laksmiwati: Daripada Mikirin PK Ditolak, Mending Suami Saya Panen Lele

KAMIS, 16 FEBRUARI 2012 | 09:31 WIB

RMOL. Ida Laksmiwati sudah menduga Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan suaminya, Antasari Azhar, bakal ditolak Mahkamah Agung.

“Saya nggak terkejut dengan putusan seperti itu. Sebab, jauh se­belum putusan itu saya sudah men­duganya. Seperti itulah wajah hukum kita,’’  ungkap Ida Lak­smiwati kepada Rakyat Mer­deka, Selasa (14/2).

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Antasari 18 tahun penjara karena terlibat pembunuhan Di­rektur PT Putra Rajawali Ban­jaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperkuat hukuman yang dijatuhkan Pe­nga­dilan Negeri Jakarta Selatan.

Mahkamah Agung (MA) me­nolak permohonan kasasi yang diajukan Antasari. Begitu juga pe­ngajuan PK. Yang menangani PK Antasari adalah Harifin Tumpa, Joko Sarwoko, Komariah Sapar­dja­ya, Imron Anwari, dan Hatta Ali.

 Ida Laksmiwati selanjutnya mengatakan,  MA tidak meres­pons bukti-bukti baru yang di­ajukan suaminya. Bukti itu bisa meringankan hukuman bekas Ketua KPK tersebut.

 

Berikut kutipan selengkapnya:

Kalau dari awal sudah men­duga bakal gagal, kenapa tetap mengajukan PK?

Sebenarnya percuma saja. Tapi itu kan bagian proses hukum. Ya dijalankan saja sampai batas mak­simal. Waktu itu tentu ada ha­rapan, hukum benar-benar ber­pihak kepada yang benar. Tiga bukti baru diajukan Bapak (An­tasari) tidak direspons MA. Be­gitu juga banyak kekhilafan ha­kim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang disampaikan, itu ju­ga tidak direspons.


Anda melihat ada unsur po­litis di balik putusan ini?

Campur aduk. Saya melihat ada rasa ketakutan dari beberapa pihak dan ada unsur politis juga. Tapi ya sudah, jalani saja.


Tanggapan keluarga?

Semua sudah lepas, keluarga tanggapannya biasa saja. Kami ketawa. Sebab, ada pihak yang ketakutan bila Bapak bebas.


Ketakutan seperti apa?

Saya tidak mau menceritakan. Nanti bisa roboh negara ini.


Dengan bukti-bukti yang di­aju­kan, banyak pihak men­du­ga PK Antasari bakal dika­bulkan, tapi nyatanya tidak, tanggapan Anda?

Betul. Memang ada yang bi­lang seperti itu. Tapi saya dari awal sudah yakin PK itu tidak akan dikabulkan dengan alasan yang saya sebutkan tadi.


Bagaimana tanggapan An­tasari terkait putusan itu?

Suami saya ketawa geli melihat hukum yang amburadul seperti ini. Tapi mau dibilang apa lagi. Be­liau sudah persiapan sejak la­ma, kalau PK ditolak, anak kecil saja bisa menebak kok, ada apa di balik itu.


Bagaimana tanggapan An­tasari terkait putusan itu?

Suami saya ketawa geli melihat hukum yang amburadul seperti ini. Tapi mau dibilang apa lagi. Be­liau sudah persiapan sejak la­ma, kalau PK ditolak, anak kecil saja bisa menebak kok, ada apa di balik itu.


Bagaimana kondisi Antasari ?

Bapak dalam keadaan sehat. Da­­­ripada mikirin PK ditolak, men­­ding suami saya panen lele. Bapak ikut ternak lele di dalam La­­pas. Bapak juga membina na­rapidana, memberikan sema­cam kuliah be­gitu. Intinya, bapak men­jalankan aktivitasnya secara bia­sa, tidak ada tekanan dan kese­dihan.


O ya, bagaimana dengan ko­de etik hakim yang dihapus­kan MA?

Ya mau dibilang apa lagi, toh itu sudah terjadi. KY pasti lebih sakit hati ketika dicuekin. KY se­bagai lembaga hukum saja di­cuek­in, apalagi saya dan suami saya.

Saya percaya saja pada kea­dilan Tuhan. Toh sekarang satu per satu sudah berguguran orang yang menzolimi bapak, mulai dari polisi, jaksa, dan hakim.


Apa lagi yang dilakukan ke depan?

Saya belum bertemu para pe­ngacara. Mungkin mereka sudah ada rencana. Tapi saya nggak tahu. Sebab, saya mengurus anak. Saya serahkan saja masalah ini ke pe­ngacara. Saya bersabar saja. Mu­dah-mudahan Tuhan mem­be­ri­kan mujizat bagi kami.


Pesan Antasari kepada anda?

Bapak hanya berpesan agar saya mengurusi rumah dan anak-anak. Ya sudah, saya mengikuti pesan beliau. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya