Berita

jazuli juwaeni/ist

PKS: Tak Elok Anggota DPR Ngomongin Snack

RABU, 15 FEBRUARI 2012 | 19:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini menyayangkan jika DPR membicarakan soal makanan kecil yang dihidangkan untuk rapat. Apalagi di tengah kondisi masyarakat saat ini yang sedang susah, ditimpa bencana, kelaparan, kemiskinan, terkapar. Anggota DPR harusnya bicara hal-hal penting yakni bagaimana mengangkat kemiskinan, menyejahterakan rakyat. Bukan selera makanan snack.

"Nggak elok-lah anggota DPR RI bicara soal snack di tengah masyarakat yang sedang dilanda bencana, kemiskinan, pengangguran dan kelaparan. Harusnya anggota DPR bicara bagaimana mencari solusi mengatasi persoalan bangsa. Bagaimana bangsa ini mau maju kalau anggota dewan bicaranya hanya soal makanan kecil buat rapat," kata Jazuli di komplek Senayan, Jakarta (Rabu, 15/2).

Jazuli yang juga anggota Komisi VIII DPR RI mengusulkan kalaupun diadakan, snack untuk rapat-rapat DPR harusnya produk petani kita seperti ubi, singkong, jagung, kacang rebus dan pisang.


"Saya usulkan lebih baik makanan rebus-rebusan. Jagung, ubi, kacang dan singkong, murah dan sehat," usulnya.

Jazuli menyarankan, jika ada penyimpangan atau korupsi dalam pengadaan sajian snack itu silahkan saja dilaporkan dan diusut. Sekali lagi bukan soal seleranya, tapi penyimpangan pengadaan.

"Kami minta agar Sekjen transparan dalam memberikan informasi tersebut. Karena tidak boleh ada uang rakyat serupiah pun yang boleh dikorupsi," kata Jazuli.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya