Berita

ilustrasi

Pesawat Mendarat dengan Hentakan, Pilot Garuda Minta Maaf

RABU, 15 FEBRUARI 2012 | 12:04 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pesawat Garuda yang take off dari Bandara Juanda di Surabaya beberapa saat lalu (Rabu siang, 15/2) mendarat dengan hentakan di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Hentakan itu membuat penumpang khususnya yang berada di deretan kursi belakang kaget, dan beberapa di antaranya berteriak agak kencang.

Rakyat Merdeka Online dan beberapa jurnalis lain yang baru kembali dari seminar nasional bertema kebangsaan di Sumenep, Madura, Jawa Timur, ikut dalam penerbangan ini.


Hentakan pesawat bernomor penerbangan GA 311 tersebut tidak diperkirakan oleh penumpang. Sekitar 30 menit sebelum mendarat, saat baru saja melintasi wilayah udara Semarang, Jawa Tengah, Kapten Ronald A. yang menjadi pilot dalam penerbangan mengumumkan bahwa cuaca dalam sisa penerbangan baik dengan sedikit awan. Sementara jarak pandang di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan sekitar 5 kilometer.

Kecepatan pesawat masih agak tinggi beberapa saat sebelum menyentuh landas pacu dan menghentak.

Kecuali hentakan yang mengagetkan itu, tidak ada goncangan lain yang berbahaya. Kepada penumpang lain di sebelahnya, seorang penumpang di kursi 17 membandingkan kelembutan pendaratan Garuda barusan dengan pesawat milik negeri tetangga Malaysia yang menurutnya lebih lembut.

Tak lama setelah hentakan, Kapten Ronald kembali bicara dari cockpit. Ia minta maaf atas hentakan yang terjadi.

"Ada perubahan cuaca yang tiba-tiba," demikian Kapten Ronald. [guh]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya