Berita

machu pichu/ist

Pengunjung "Machu Pichu" di Cianjur Membludak

MINGGU, 12 FEBRUARI 2012 | 20:19 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Popularitas Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, semakin menjadi setelah Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mengumumkan hasil pengeboran yang mereka lakukan pekan lalu.

Pengeboran yang dilakukan itu membuktikan bahwa Gunung Padang bukan sekadar situs dari zaman megalitikum. Pada kedalaman 20an meter, Tim Bencana Katastropik Purba menemukan apa yang selama ini diduga sebagai anomali geologis berupa bangunan atau benda buatan manusia. Bangunan tersebut diperkirakan berbentuk mengerucut ke atas.

DR. Danny Hilman, salah seorang peneliti yang terlibat di dalam tim itu mengatakan, bahwa bangunan yang diperkirakan berusia 6.700 tahun itu adalah punden berundak yang lebih mirip Machu Pichu di Peru, Amerika Selatan. Dalam dunia arkeologi bentuk seperti ini pun kerap disebut piramida. Jadi, kata piramida mewakili bentuk bangunan yang mengerucut ke atas, dan bukan hanya "piramida Giza" yang boleh disebut piramida.

"Sebagai informasi, pengunjung Gunung Padang hari ini membludak. Tidak sampai pukul 13.00 WIB jumlah pengunjung sudah sekitar 600 orang.  Masih terus berdatangan sampai sore," ujar SKP BSB Andi Arief dalam pesannya yang diterima beberapa saat lalu (Minggu, 12/2).

"Mungkin mencapai 1000an pengunjung," sambungnya.

Andi Arief juga mengatakan, hasil riset yang dilakukan Tim Bencana Katastropik Purba pekan depan akan dilaporkan kepada Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Riset dan Teknologi, serta berbagai institusi kebencanaan dan lain sebagainya. Laporan tersebut meliputi riset di Gunung Padang dan Gunung Sadahurip, serta beberapa tempat yang berpotensi bencana lainnya. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya