Berita

Kombes Rikwanto

Wawancara

WAWANCARA

Kombes Rikwanto: Dijamin Tidak Kabur Lagi 12 Tahanan Itu Dijaga Ketat

MINGGU, 12 FEBRUARI 2012 | 08:52 WIB

RMOL. 12 tahanan yang sempat melarikan dari dari Polsek Cempaka Putih, kini semuanya sudah ditangkap, dan ditahan di Polres Jakarta Pusat dengan penjagaan ketat.

“Dijamin tidak kabur lagi, karena ditahan dengan penjagaan ketat,’’ kata Kepala Bidang Hu­bungan Masyarakat (Kabid Hu­mas) Polda Metro Jaya, Kom­bes Rikwanto, kepada Rakyat Mer­deka, Jumat (10/2).   

Seperti diketahui, 12 tahanan melarikan diri dari Polsek Cem­paka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (7/2) pukul 02.00 WIB. Mereka kabur setelah mengger­gaji  tiga batang teralis besi jendela kamar mandi.

Namun seka­rang semua taha­nan yang kabur itu su­dah berhasil di­tangkap, dan di­tahan di Polres Jakarta Pusat.

Rikwanto selanjutnya menga­kui personelnya lalai dalam men­jalankan prosedur penjagaan di dalam tahanan.

“Dengan larinya para tahanan saja sudah bisa dinilai mereka   lalai dalam menjalankan prose­dur,” ungkap Kombes Pol Rik­wanto, kepada Rakyat Merdeka, Jumat (10/2).

Berikut ku­tipan seleng­kapnya:


Apa saja ke­lalaian itu?

Saat ini kami sedang me­lakukan pemeriksaan terhadap per­sonel yang menjaga pada malam itu.

 

Apa Kapolseknya diberi sanksi?

Menunggu hasil pemeriksaan. Belum ada yang diberi sanksi.


Bagaimana kronologis ka­bur­nya tahanan itu?

Intinya mereka menggergaji teralis besi kamar mandi yang ada di dalam tahanan. Mereka meng­gergaji tiga batang jeruji. Setelah lepas mereka langsung melarikan diri.


Pengamanannya nggak ketat ya?

Secara fisik pengamanannya dalam kondisi baik. Namun mereka memanfaatkan jadwal kontrol yang rutin dilakukan. Misalnya setelah kontrol, mereka menggergaji, dan keran air di­buka besar, sehingga suara air itu mengaburkan suara yang di­timbulkan dari gergaji tersebut.


Apa ya sih polisi yang men­jaga malam itu tidak curiga?

Tidak curiga karena memang tidak ada kesan teralis yang di­gergaji. Apalagi kejadiannya pukul 02.00 WIB dini hari.


Alatnya dari mana?

Kami berhasil menemukan se­jumlah alat yang digunakan me­reka. Alat itu berasal dari pe­ngun­jung ketika membesuk. Se­jumlah alat itu memiliki peran­nya ma­sing-masing. Obeng dan kunci pas ukuran 8 diguna­kan untuk membongkar penutup teralis besi jendela kamar mandi. Sementara, dua buah gergaji di­gunakan untuk memotong teralis tersebut.


Alatnya dari mana?

Kami berhasil menemukan se­jumlah alat yang digunakan me­reka. Alat itu berasal dari pe­ngun­jung ketika membesuk. Se­jumlah alat itu memiliki peran­nya ma­sing-masing. Obeng dan kunci pas ukuran 8 diguna­kan untuk membongkar penutup teralis besi jendela kamar mandi. Sementara, dua buah gergaji di­gunakan untuk memotong teralis tersebut.


Siapa otak aksi melarikan diri itu?

Menurut keterangan tahanan yang berhasil ditangkap, otak dari aksi tersebut adalah Oki, yang merupakan tahanan narkoba. Dalam aksi tersebut, para tahanan memotong besi penjara dengan menggunakan gergaji yang dibawakan oleh istri Oki pada saat jam besuk.


Istri Oki akan kena huku­man?

Istri Oki, Risti, akan diperiksa lebih lanjut. Pihak-pihak yang ikut terlibat dalam pelarian ter­sangka akan dikenakan Pasal 138 Undang-Undang Nomor 35 Ta­hun 2009 atau Pasal 223 KUHP.


Peristiwa ini dinilai men­co­reng citra polisi karena keama­nan di Polsek lemah, tangga­pan Anda?

Itu kan pendapat mereka. Kami akan evaluasi terkait Standard operation Procedure

(SOP) pe­lak­sanaan tugas di Polsek, teru­tama terkait penjagaan tahanan.


Pengamanannya sudah se­suai SOP?

Sudah benar. Namun apakah anggota menjalankan SOP itu atau belum. Ini yang sedang kami periksa. Malam itu ada empat orang yang  bertugas, semuanya diperiksa.


Apa indikasi awal sudah di­dapatkan?

Belum ada. Kami akan mela­kukan proses pemeriksaan.  Nanti dilihat prosedur yang dilaksana­kan bagaimana.


Apa ada petugas Polsek yang terlibat?

Oh, tidak ada. Tapi kami eva­luasi pelaksanaan tugasnya, apakah sudah memenuhi standar SOP atau belum. Yang jelas  pro­sedurnya sudah betul dan bagus. Nanti kami akan melihat siapa yang mendapat giliran jaga, jam berapa kontrol dilakukan, apakah ganti-gantian atau tidak.


Bagaimana kalau petugas terlibat?

Tentu ada sanksi yang diberi­kan. Bisa tindakan disiplin atau tindakan kode etik. Sanksi itu tergantung dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan. Seberapa jauh kesalahan yang dilakukan­nya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya