Berita

andi arief/ist

PIRAMIDA CIANJUR

Andi Arief: Cerita tentang Leluhur Nusantara Harus Diubah!

RABU, 08 FEBRUARI 2012 | 14:10 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Tim Bencana Katastropik Purba telah memastikan bahwa di bawah bebatuan di puncak Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, tersimpan atau lebih tepatnya tertimbun sebuah bangunan yang membuktikan bahwa manusia-manusia yang tinggal di kawasan nusantara ribuan tahun lalu memiliki teknologi dan peradaban yang begitu tinggi.

DR. Danny Hilman kepada Rakyat Merdeka Online mengatakan bahwa bangunan yang tertimbun di bawah Gunung Padang itu sepertinya lebih mirip Machu Pichu di Peru, Amerika Selatan, yang merupakan peninggalan Emporium Inca. Bedanya, Machu Pichu dibangun pada tahun 1450, sementara bangunan yang tertimbun di bawah Gunung Padang diperkirakan berusia 6.700 tahun. Ini berarti, piramida Cianjur itu jauh lebih tua dari piramida yang ada di Giza, Mesir, yang diperkirakan dibangun pada 2800 SM.

Salah seorang ahli yang terlibat dalam Tim Bencana Katastropik Purba itu juga mengatakan bahwa prinsip bangunan mengerecut ke atas, apakah yang ada di Machu Pichu atau di Giza, dalam dunia arkeologi disebut punden berundak.

"Punden berundak itu istilah arkeologi kita untuk bangunan serupa step piramida," ujarnya.

Sementara Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB), Andi Arief, mengatakan, penemuan piramida Cianjur ini seharusnya menjadi awal membangun kesadaran baru memandang masa lalu dari berbagai disiplin ilmu.

"Kita sudah harus mengubah cerita dan persepsi tentang leluhur nusantara yang seringkali disebut kelam, tinggal di goa, kerjanya memanah dan berburu, tidak berbaju, tak mengenal teknologi, dan sebagainya," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online Rabu siang (8/2) sebelum berangkat ke Bali untuk mengikuti konferensi yang dihadiri para peneliti Indonesia.

"Kita harus sabar pada beberapa media massa dan segelintir pengamat nyinyir yang sedang tidak menghormati masa gemilang kejayaan leluhur nusantara," sambungnya lagi.

Lantas, bagaimana dengan Gunung Sadahurip?

"Sadahurip tinggal menunggu satu lagi tahap scientific yakni pengeboran," jawabnya singkat. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya