Berita

martha samawa putra

Hakim Daerah Harapkan Pimpinan MA Seorang Negarawan

KAMIS, 02 FEBRUARI 2012 | 15:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemilihan Pimpinan Mahkamah Agung, Ketua dan Wakil Ketua MA, akan diadakan pada tanggal 8 Februari 2012 mendatang. Berdasarkan Pasal 8 Angka 7 UU 3/2009 Tentang Perubahan Kedua Atas UU 14/1985 Tentang Mahkamah Agung, Ketua dan Wakil Ketua MA dipilih dari dan oleh hakim agung dan diangkat oleh Presiden.

Diharapkan orang-orang yang dipilih menjadi pimpinan MA adalah mereka yang memiliki jiwa, perasaan, keinsyafan dan keyakinan sebagai seorang negarawan. Negarawan adalah orang yang ahli dalam memegang kendali kekuasaan dan tanggung jawab MA dan badan peradilan di bawahnya.

Harapan itu disampaikan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang, Teguh Satya Bhakti, dalam keterangan pers yang diterima petang ini.

"Dengan demikian sosok tersebut haruslah memiliki pengalaman kenegaraan yang matang, memiliki pengetahuan hukum yang tinggi, memiliki pemikiran kebangsaan yang jauh ke depan, dan memiliki moral yang baik. Terlepas dari apapun agamanya, ras, ataupun sukunya yang terpenting sosok tersebut mampu menjadi pemimpin untuk semua badan peradilan," ungkapnya.

Dia berharap, kriteria yang ia kemukakan di atas menjadi dipertimbangkan para hakim agung yang akan memilih pimpinan MA.

"Bukankah pimpinan yang ideal itu adalah pimpinan yang harus terus menerus dicari dan bukan untuk dikaji atau diperdebatkan. Mudah-mudahan para hakim agung yang memilih dapat bekerja keras mencari sosok calon pimpinan MA yang negarawan itu," tandas kandidat Doktor Universitas Diponegoro Semarang ini.

Hal senada juga disampaikan hakim PTUN lainnya, Martha Samawa Putra. Martha, yang juga Humas PTUN Palangka Raya ini, sudah menyuarakan kegelisahannya terutama berkaitan dengan independensi Kekuasaan Kehakiman yang tercedrai, serta penuntutan Hak Konstitusiaonalnya sebagai Hakim.

"Oleh karena itu, siapapun kelak yang terpilih sebagai KMA harus mampu merespon serta merealisasikan dari apa yang menjadi kegelisahan hakim-hakim karir," tandas mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah ini.[zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya