Berita

anas urbaningrum/ist

Diingatkan, Perpecahan Demokrat Tidak Berada di Ruang Kosong

KAMIS, 02 FEBRUARI 2012 | 14:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Tuntutan mundur kepada Anas Urbaningrum telah mengkristal. Dari dalam partainya sendiri, mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam itu digembosi.

Soal itu, Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, mengatakan, setiap kader Partai Demokrat perlu mempertimbangkan ulang dengan tenang sikap dan pernyataannya sendiri di depan publik. Dia menyebut seruan mundur pada Anas itu cenderung seperti menari dalam irama gendang yang ditabuh pihak lain.

"Setiap kader perlu sekali lagi mengingat bahwa masalah yang sedang dihadapi partai tidak terjadi dalam ruang kosong yang hampa dari kepentingan dan persaingan politik," kata Rachland dalam pernyataan tertulis kepada wartawan, Kamis (2/2).


Dia melanjutkan, banyak pihak berkepentingan menjegal kehendak Dewan Pembina Partai Demokrat untuk mengatasi masalah dengan cara yang fair dan etis, agar tidak mengakibatkan keretakan serius pada tubuh dan jiwa Partai. Kesempatan untuk mengelola problem internal partai dengan tidak mengakibatkan kerusakan serius itulah yang hendak dicuri dari Demokrat.

"Targetnya, Demokrat pecah di dalam dan dengan demikian lumpuh pada pemilu 2014. Padahal, untuk menghadapi pemilu 2014, semua kader Demokrat tanpa kecuali, baik sebagai pribadi maupun kader, berkepentingan terhadap utuhnya partai," jelasnya.

Suka atau tidak harus diakui, Anas Urbaningrum sampai hari ini bukan saksi, apalagi tersangka. Maka menurut Rachland adalah fair dan etis apabila setiap kader Demokrat menyerahkan sangkaan atas Ketua Umumnya kepada penilaian hukum yang imparsial.  Daripada sibuk berkelahi sendiri, diteruskannya, sebaiknya tiap kader Demokrat memusatkan perhatian kepada upaya menyambung kembali tali yang hampir putus dari janji partai untuk memerangi korupsi dan menjadi jangkar politik bagi kebhinekaan.

"Absennya garis dan suara partai dalam menyikapi problem-problem pelanggaran etika publik itulah yang mengakibatkan kekecewaan pemilih pada Demokrat," tandasnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya