Berita

anas urbaningrum

Anas Urbaningrum: Jangan Sampai Konflik Meledak di Mana-mana

MINGGU, 29 JANUARI 2012 | 15:46 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Konflik agraria yang terkait dengan perkebunan dan pertambangan seperti kasus Mesuji dan Bima adalah contoh nyata betapa konflik masih akrab dengan kita. Potensi konflik agraria seperti ini tersebar di banyak tempat dan banyak daerah di Indonesia. Konflik agraria bisa keras, karena tanah berdimensi banyak, mulai dari ekonomi, martabat, sampai magis.

Karena itu program reforma agraria yang sedang digarap pemerintah harus dijalankan dengan konsisten dan diakselerasi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam rilis kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu siang, 29/1).

Menurut Anas, konflik agraria merupakan satu dari lima akar konflik utama yang sedang melilit Indonesia. Berbagai potensi ancaman konflik yang ada itu bisa menjadi gangguan terhadap kesempatan emas setelah Indonesia masuk ke jajaran negara layak investasi.

“Karena itulah harus benar-benar diwaspadai, diantisipasi dan dikelola dengan cermat. Jangan sampai meledak di mana-mana,” ujarnya.

Selain persoalan agraria, konflik lain berkaitan dengan masalah perburuhan. Misalnya seperti yang baru terjadi di Bekasi, Jawa Barat.

“Potensi sengketa antara buruh dan pengusaha juga ada di daerah-daerah lain. Karena itu, iklim industrial dan relasi buruh-pengusaha harus terus diperbaiki dengan asas kesejahteraan buruh dan kelangsungan bisnis yang sehat,” sambungnya.

Juga ada konflik yang bertendensi SARA. Sebagai bangsa yang majemuk potensi konflik SARA tak terhindarkan. Tradisi pluralisme dan semangat hidup harmoni dalam perbedaan harus terus ditanamkan. Termasuk kepatuhan pada ketentuan dan putusan hukum jika ada masalah yang muncul di tengah masyarakat.

Ancaman lain berupa konflik yang muncul akibat kemiskinan dan pengangguran. Konflik yang bertendensi "kelas" ini bisa berbahaya.

"Kita bersyukur angka kemiskinan dan pengangguran menurun. Namun demikian kewaspadaan dan antisipasi terhadap soal ini harus sangat serius, di samping kerja keras Pemerintah dan semua pihak untuk terus menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran dengan program pro-rakyat," masih kata mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini.

Ancaman konflik terakhir berkaitan dengan kompetisi politik, baik di tingkat nasional maupun lokal. Residu politik pemilihan kepala daerah, misalnya, terbukti menjadi masalah yang serius. Kadangkala dipicu oleh penyelenggaraan yang kurang baik dan ketidakdewasaan elit dalam menyikapi proses dan hasil pemilihan. [guh]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya