Berita

martin hutabarat/ist

Martin Hutabarat: Badan Kehormatan Jangan Ikuti Permainan Mafia

KAMIS, 26 JANUARI 2012 | 18:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Usul Badan Kehormatan agar kursi ruang rapat Banggar diganti dengan kursi lokal berkualitas setingkat yang harganya jauh lebih wajar mendapat sambutan hangat tapi dengan catatan.

Menurut politisi DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, sudah tidak masuk akal sehat apabila DPR yang selalu meneriakkan perlindungan produksi dalam negeri, ternyata perbuatannya bertolak belakang dengan ucapannya.

"Namun usul penggantian harus disikapi hati-hati dan jangan terburu-buru. Beri kesempatan dulu pada KPK menyidik kasus ini sebab Ketua dan Sekjen DPR sudah melaporkan ke KPK," kata Martin kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis petang (26/1).


Sejak awal dia menyuarakan, terdapat banyak kejanggalan yang memperkuat dugaan penyelewengan. Misalnya, harga kursi yang dilaporkan Rp 24 juta per buah, ternyata setelah ditelusuri harga di Jakarta merek yang sama dan impor dari Jerman, cuma Rp 9 juta per buah. Dari selisih harga kursi saja terdapat potensi kerugian negara lebih Rp 2 miliar dan itu belum termasuk barang lain.

"Oleh karena itu sebaiknya penggantiannya jangan buru-buru dilakukan sebelum KPK mengusutnya," pinta Martin.     

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini meminta Badan Kehormatan tidak mengikuti skenario mafia di DPR yang ingin semua alat bukti dugaan korupsi dihilangkan secepatnya.

"Lagipula urusan penggantian kursi, mebel, lampu, karpet ruangan dan lainnya, bukanlah tugas Badan Kehormatan DPR," tandasnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya