Berita

Melchias Markus Mekeng

Wawancara

WAWANCARA

Melchias Markus Mekeng: Kami Tuntut Sekretaris Jenderal Kalau Ada Rekaman Tersembunyi

SENIN, 23 JANUARI 2012 | 08:15 WIB

RMOL. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Markus Mekeng mengaku pihaknya yang meminta Sekretaris Jenderal DPR, Nining untuk membuat ruang baru Banggar.

Alasannya, ruangan yang biasa digunakan sudah tidak layak pakai dan tidak memadai, baik ruangan pimpinan, ruang sekretariat, maupun ruang rapat.

“Makanya 30 Juni tahun lalu,  pimpinan Badan Anggaran me­minta kepada Setjen DPR untuk menyiapkan ruangan baru de­ngan sarana dan prasarana pe­nun­jang,” paparnya.

Menurut Mekeng, ruang lama Banggar didesain hanya untuk 55 anggota saja. Tetapi dalam per­ja­lanannya, saat ini anggota Banggar mencapai 85 orang, dan tenaga ahli 10 orang.

Berikut kutipan selengkapnya?


Tapi kenapa ruang baru itu bisa mencapai 150 orang?

Rapat kerja tidak hanya dengan Menteri Keuangan, tapi dengan menteri teknis lainnya. Makanya sering terjadi yang datang 150 orang. Itu alasan kami meminta dibuatkan ruang rapat sesuai kapasitas itu.


Bukankah ini terlihat berle­bihan?

Sekretariat Badan Anggaran juga ingin meningkatkan kapa­sitas badan kelengkapan DPR dengan menaikkan jumlah staf­nya. Tapi seperti kita lihat sendiri bahwa ruangannya terlalu sem­pit. Tidak ada ruang untuk be­kerja dan tidak ada tempat untuk menaruh file-file yang mereka butuhkan.

Selain itu, ruang administrasi juga tidak ada. Lihat sendiri filing resmi untuk urusan negara ada di bawah lantai, sehingga jaminan keamanan tidak bisa kita dapatkan.


Proyek ini menghabiskan Rp 20,3 miliar, itu kan terlalu tinggi?

Sekjen DPR tidak pernah me­nyebutkan Rp 20,3 miliar. Kami hanya dua kali lakukan rapat dengan mereka, tapi tidak me­nye­butkan angka.


Apa yang disampaikan Bang­gar dalam rapat tersebut?

Di dalam rapat yang pertama, kami menyampaikan soal kebu­tuhan Badan Anggaran. Kedua Sekjen DPR menyampaikan desain kepada kami. Tapi tidak pernah ada angka sebesar itu, dan itu bukan tugas kami.


Apalagi yang dibicarakan dalam rapat pertama itu?

Dalam rapat pertama itu sek­jen datang ke kita dan mena­nya­kan kebutuhan apa yang diminta Banggar. Kami sampaikan butuh ruang rapat dan ruang lain, ter­masuk ruang transit menteri juga. Setelah itu mereka mem­buat de­sain dan desainnya di­sam­paikan ke kami.

Kami tidak mau warna ruang sidang tendensius kepada salah satu partai politik. Penerangan­nya harus lebih baik. Warna din­ding harus cerah. Itu saja yang kami sampaikan.


Apalagi yang dibicarakan dalam rapat pertama itu?

Dalam rapat pertama itu sek­jen datang ke kita dan mena­nya­kan kebutuhan apa yang diminta Banggar. Kami sampaikan butuh ruang rapat dan ruang lain, ter­masuk ruang transit menteri juga. Setelah itu mereka mem­buat de­sain dan desainnya di­sam­paikan ke kami.

Kami tidak mau warna ruang sidang tendensius kepada salah satu partai politik. Penerangan­nya harus lebih baik. Warna din­ding harus cerah. Itu saja yang kami sampaikan.


Apa ya tidak dibahas soal biaya?

Tugas kami di sini hanya mem­bahas laporan keuangan peme­rintah pusat, keuangan negara. Bukan membahas hal yang sifatnya seperti itu.


Dana Rp 20,3 miliar dari dana APBN?

Ya, itu bukan tugas kami. Itu tugasnya Sekjen dan BURT.


Bagaimana dengan penga­daan kursi yang harganya mahal?

Kami tidak pernah berhubu­ngan dengan Sekjen untuk kursi berapa, ini itu berapa. Tidak ada urusan. Kerjaan kami banyak. Ini bukan kantor pribadi kami.

Kami datang ke sini bekerja untuk menyiapkan apa yang diperlukan konstituen kami. Perlu listrik, jalan, air, itu tugas kami. Tapi, kalau urusan kursi, meja, itu urusan Sekjen dan BURT. Tidak bisa Banggar mencampuri urusan BURT dan Kesekjenan.


Tapi Sekjen DPR mempu­nyai rekaman berisi permin­taan spesifikasi barang dari pimpinan Banggar?

Silakan dibuka rekamannya. Kalau di sini saya sudah tanya, tidak ada rekaman. Kalau sam­pai ada rekaman yang tersem­bunyi, kami akan tuntut Sekjen bahwa dia ada niat-niat tertentu kepada kami. Kami punya niat baik untuk rakyat.

Kami tidak bersentuhan de­ngan angka-angka. Kami hanya pengguna dan yang menjadi penguasa anggaran itu ada di Sekjen. Saya tegaskan lagi, kami hanya pengguna ruangan, tidak menentukan hal tetek bengek. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya