Berita

Sutan Bathoegana

Wawancara

WAWANCARA

Sutan Bathoegana: Setelah Makan Di Hotel, Saya Bercanda Dengan Nazaruddin

JUMAT, 20 JANUARI 2012 | 09:00 WIB

RMOL. Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bathoegana mengakui pernah bertemu dengan Nazaruddin dan Mindo Rosalina Manulang di sebuah hotel di Jakarta.

“Saya datang karena diundang Nazar untuk makan siang. Tapi saya tidak kenal perempuan yang ada di ruang makan itu bernama Rosa,” ujar Sutan Bathoegana, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (18/1).

Seperti diberitakan, terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games, Mindo Rosalina Manu­lang, dalam persidangan di Pe­ngadilan Tipikor, Senin (16/1), mengungkapkan adanya perte­muan antara dirinya, Na­za­ruddin, Sutan Bathoegana dan bos PT Adhi Karya di kantor Nazaruddin di Casablanbca. Na­mun Rosa ti­dak tahu secara ter­perinci ke­terlibatan Sutan Ba­thoegana dalam proyek Wis­ma Atlet SEA Games.

Sutan Bathoegana selanjut­nya mengatakan, saat dia da­tang, sudah banyak orang di sana yang dianggapnya teman Nazaruddin.

“Setelah makan, saya ber­can­da dengan Nazar. Tidak mem­bicara­kan proyek yang selama ini di­sangkakan pada saya,” ungkap anggota Komisi VII DPR itu.

Berikut kutipan selengkapnya:


Kalau tidak ada yang dibi­cara­kan, kenapa Anda di­ajak makan?

Saya ini sering di­ajak makan oleh Nazar. Suatu siang saya diundang makan di rumah makan Jepang di se­buah hotel. Setelah acara di DPR, saya me­luncur ke sana. Sebab, Nazar bilang kalau saya belum makan, saya diminta ke sana.

Ketika saya ma­suk sudah banyak orang. Saya ingat hanya Rosa karena dia pe­rem­puan satu-satunya di sana. Makanan su­dah di­siapkan ketika saya datang. Setelah ma­kan saya ber­canda dengan Nazar.  Saya ngobrol biasa, lalu pulang.


Apa yang dio­brol­k­an?

Kan mereka sudah datang terlebih dulu. Ketika saya da­tang, sepertinya mereka sudah selesai mengobrol. Mereka sudah duluan di sana, mungkin mereka ada rapat sendiri tapi saya tidak mau tahu. Saat saya datang, kami tidak membicara­kan masalah proyek. Hanya bercanda.

Tapi saya bersyukur Nazar ti­dak memperkenalkan saya. Karena kalau diperkenalkan lalu diceritakan berbagai hal sebelum saya datang, bisa saja nanti saya jadi saksi.


Bukannya ada bos PT Adhi Karya juga?

Saya tidak tahu. Saya hanya ingat Rosa, karena dia perempuan satu-satunya. Yang lain bentuk mukanya seperti apa, saya tidak mengerti. Pertemuan itu agenda Nazar, Rosa dan teman-teman­nya, bukan agenda saya.

Tapi nama Anda disebut Rosa?

Saya sudah ber­temu dengan pe­ngacara Rosa, M Iskandar, di bebe­rapa stasiun TV. Dia menga­takan pada saya, bahwa Rosa tida ada uru­san dengan saya. Per­nyataan Rosa itu hanya meng­ingat­kan saja ada pertemuan, dan ada saya di sana tapi sifatnya tidak ada urusan saya dalam proyek itu.


Sejauhmana ke­dekatan Anda dengan Nazar?

Sejak kami mendukung Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, kami lebih akrab. Saya ini kan akrab dengan banyak orang.


Sering membicarakan masa­lah proyek dengan Nazar dong?

Oh, nggak ada itu. Saya ini kan cepat akrab dengan siapa saja. Saya kenal dia ketika di Partai Demokrat. Bertemu lalu menjadi kawan.


Apa siap diperiksa KPK?

Saya sebagai warga negara yang baik, untuk kepentingan bangsa dan negara harus siap memberikan kesaksian. Di Partai Demokrat kan disuruh apabila ada kader partai yang di­bu­tuh­kan memberikan kesaksian, harus datang dan mengorbankan wak­tu­nya. Belum tentu nama yang disebut dalam persidangan, lalu benar-benar terlibat.


Apa Anda yakin KPK bisa me­nuntaskan kasus ini?

Saya yakin KPK bisa menun­tas­kan kasus ini. Sudah saatnya KPK memberantas mafia tender di seluruh kementerian dari pu­sat hingga daerah agar para pengu­saha yang baik jangan jadi kor­ban. Mereka diperas, lalu me­reka memeras sponsor mereka.

Saya melihat orang seperti Nazar dan Rosa adalah korban karena keadaan dan sistem yang membuat mereka tergiur. [Harian Rakyat Merdeka]


Apa Anda yakin KPK bisa me­nuntaskan kasus ini?

Saya yakin KPK bisa menun­tas­kan kasus ini. Sudah saatnya KPK memberantas mafia tender di seluruh kementerian dari pu­sat hingga daerah agar para pengu­saha yang baik jangan jadi kor­ban. Mereka diperas, lalu me­reka memeras sponsor mereka.

Saya melihat orang seperti Nazar dan Rosa adalah korban karena keadaan dan sistem yang membuat mereka tergiur. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya