Berita

Mas Achmad Santosa

Wawancara

WAWANCARA

Mas Achmad Santosa: Strategi Memerangi Mafia Hukum Sebentar Lagi Selesai Dirumuskan

KAMIS, 12 JANUARI 2012 | 09:05 WIB

RMOL. Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto bersama tim sedang menggodok strategi memerangi mafia hukum.

“Sebentar lagi selesai diru­muskan. Sebaiknya ditunggu saja bagaimana formatnya,’’ kata be­kas anggota  Satuan Tugas Pem­­­­be­ran­tasan Mafia Hukum (Satgas PMH), Mas Achmad Santosa, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (10/1).  

Berikut kutipan selengkapnya:


Apakah semua tugas Satgas PMH diserahkan ke UKP4?

Sebagian tugas Satgas PMH ditangani UKP4. Sebagian lagi men­jadi tugas dan fungsi komisi-komisi eksternal.


Apa saja komisi eksternal itu?

Banyak. Di antaranya Komisi Ke­jaksaan (KK), Komisi Ke­polisian Nasional (Kompolnas), Ko­misi Yudisial (KY) dan Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tentunya UKP4 akan te­rus memperkuat serta mem­ber­dayakan KK dan Kompolnas.  Ke­mu­dian  akan berkoordinasi intensif dengan KPK dan KY.

Saya juga merasa yakin UKP4 akan bersinergi dengan komisi-komisi ekternal tersebut.


Tugas UKP4 berbeda dengan Satgas PMH, apa yang bisa dilakukan memberantas mafia hukum?

Tentunya perang terhadap mafia hukum terus dilakukan dengan strategi yang berbeda. Strategis ini sedang disusun Ketua UKP4, Kuntoro Mangku­subroto, bersama timnya.


Apa gara-gara tidak berhasil, sehingga Satgas PMH dibubarkan?

Tidak. Karena memang aturan­nya seperti itu berdasarkan Keppres  37/2009 masa tugasnya hanya dua tahun. Kalau dilihat kinerja, kita sudah menjalankan tugas kita dengan baik.


Apa tugas yang baik itu, memang ada mafia hukum yang diberantas?

Misalnya saja kasus Gayus Tambunan yang menjadi kasus mafia hukum pertama kali dalam sejarah penegakan hukum. Sebab, mengungkapkan keterli­batan penegak hukum hampir se­cara lengkap yaitu, polisi, jaksa, hakim, advokat, dan pegawai pajak.

Kasus ini merupakan momen penting dan sekaligus starting point pembenahan sistem yang memungkinkan terjadinya prak­tek mafia hukum.

Pembenahan sistemik itu sam­pai kini berjalan terus seba­gai­mana dituangkan dalam Inpres 1 dan 9 tahun 2011 dan dilanjutkan dengan Inpres 17 tahun 2011.

Pembenahan sistemik ini back to back dengan reformasi birokrasi yang berlangsung di lembaga-lembaga hukum.


Apa tugas yang baik itu, memang ada mafia hukum yang diberantas?

Misalnya saja kasus Gayus Tambunan yang menjadi kasus mafia hukum pertama kali dalam sejarah penegakan hukum. Sebab, mengungkapkan keterli­batan penegak hukum hampir se­cara lengkap yaitu, polisi, jaksa, hakim, advokat, dan pegawai pajak.

Kasus ini merupakan momen penting dan sekaligus starting point pembenahan sistem yang memungkinkan terjadinya prak­tek mafia hukum.

Pembenahan sistemik itu sam­pai kini berjalan terus seba­gai­mana dituangkan dalam Inpres 1 dan 9 tahun 2011 dan dilanjutkan dengan Inpres 17 tahun 2011.

Pembenahan sistemik ini back to back dengan reformasi birokrasi yang berlangsung di lembaga-lembaga hukum.


Apa yang diperoleh dari kasus Gayus?

Kasus Gayus ini ternyata mam­pu memicu serta memacu pem­benahan di pengadilan pajak dan juga pembenahan dalam sistem pengejaran aset hasil korupsi.

Semuanya berjalan dengan pengawasan dan penilaian secara ketat yang dilakukan Wapres secara langsung, UKP4, dan Sat­gas MPH.


Kalau memang kinerja Satgas MPH baik, tentu masa kerjanya diperjanjang dong?

Selama ini Satgas telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam memberikan infor­ma­si tentang praktik mafia hu­kum dan menyerahkannya kepada institusi penegak hukum seperti Polri, kejaksaan, dan KPK.

Satgas telah menjalankan tiga hal penting dalam pemberantasan mafia hukum di Indonesia. Pertama, Satgas telah meng­ung­kap kasus dan menyerahkannya kepada institusi penegak hukum.

Sebab, kami tidak mempunyai kewenangan pro yustisia, tidak me­miliki kewenangan penye­lidikan, penyidikan, dan penuntutan.

Kedua, memastikan di dalam institusi penegak hukum tidak muncul praktek mafia hukum. Ketiga, Satgas membangun militansi masyarakat. Caranya membangun aliansi masyarakat sipil dengan perguruan tinggi.


Berapa pengaduan ma­syarakat yang diterima Satgas selama dua tahun?

Ada 4.000. Sebanyak 3 persen jelas-jelas terindikasi kuat ada mafia hukum. Hasil kerja kami itu dirasakan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.


O ya, apa kegiatan Anda sekarang?

Saya masih sibuk dalam kegiatan pemberantasan korupsi dan mafia hukum. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya