Berita

Indonesia Jadi Wakil Presiden ECOSOC

KAMIS, 12 JANUARI 2012 | 08:20 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Indonesia terpilih sebagai Wakil Presiden Dewan Sosial dan Ekonomi atau Economic and Social Council (ECOSOC) periode 2012 mewakili kelompok Asia-Pasifik. Pemilihan dilakukan dalam sidang pertama hari Selasa kemarin (10/1) di Markas Besar PBB, New York.

Sebelumnya, dalam pemilihan anggota ECOSOC di bulan Oktober 2011 Indonesia memperoleh dukungan suara terbanyak dari kelompok negara Asia-Pasifik, menyisihkan saingan terberat, India dan Jepang.

Dalam sambutannya, Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Yusra Khan mengatakan, keberhasilan Indonesia menduduki kursi Wakil Presiden ECOSOC terjadi di tengah krisis ekonomi global yang menyebabkan pergeseran tata kelola global.

“Dalam konteks pergeseran tersebut, reformasi ECOSOC sebagai badan utama PBB untuk isu ekonomi dan sosial menjadi sangat penting, khususnya bagi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan yang dikirim Perutusan Tetap RI di PBB.

“Keberadaan Indonesia sebagai wakil Presiden dalam Biro ECOSOC diharapkan dapat lebih mendorong momentum mereformasi ECOSOC sesuai dengan mandat Kepala Negara dalam World Summit 2005 yang telah bergulir sejak 2007, untuk menempatkan ECOSOC maupun PBB sebagai aktor di dalam pusat tata kelola global, khususnya dalam bidang ekonomi dan pembangunan,” lanjut Dubes Yusra Khan.

Sidang dengan agenda utama Organizational Session for 2012 tersebut juga menetapkan Slovenia sebagai Presiden, serta Mesir dan Spanyol sebagai Wakil Presiden, masing-masing mewakili kelompok Afrika dan Eropa Barat. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya