Berita

ilustrasi

Gerakan HMS: Jangan Lupakan Trio Big Fish Mafia Pajak

SELASA, 10 JANUARI 2012 | 11:37 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Mantan Bendaraha Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin memang pantas diadili dalam kasus suap dan korupsi proyek APBN. Begitu juga Nunun Nurbaetie Daradjatun dan Miranda Goeltom dalam kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004 silam.

Namun demikian, Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadinagoro mengingatkan agar semua pihak tidak melupakan kasus mafia pajak berkategori big fish yang juga melibatkan tiga nama besar di republik ini, yakni mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kini Direktur Pelaksana Bank Dunia, mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution yang kini Gubernur BI dan mantan Gubernur BI yang kini Wakil Presiden Boediono.

Sudah sejak Maret tahun lalu Sasmito yang menggagas Gerakan Hindari Memilih Sri Mulyani (HMS) membeberkan kasus-kasus yang melibatkan ketiga orang itu. Ia sudah beberapa kali menyampaikannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), baik secara tidak langsung maupun langsung kepada Ketua KPK saat itu, Busyro Muqaddas.

"Hati-hati loh. Megaskandal pajak dilupakan," ujarnya dalam pesan yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 10/1).

"Tangkap SMI, Darmin Nasution dan Boediono terkait kasus big fish mafia pajak yang jelas dasar hukumnya. Waspadalah dengan pengalihan ise besar tersebut," sambungnya.

Sasmito sengaja menggunakan istilah big fish untuk merujuk kasus-kasus yang dibeberkannya. Istilah itu dipinjamnya dari Presiden SBY yang pada suatu kali meminta aparat penegak hukum untuk mengungkap mafia pajak besar.

"Quo Vadis Abraham Samad, orang muda yang hebat yang telah mendapatkan amanah rakyat untuk memimpin KPK. Semoga tidak lupa janji," demikian Sasmito lagi. [guh]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya