Pemberitaan korupsi yang terungkap di media massa sepanjang tahun 2011 dan melibatkan anggota DPR patut disikapi tidak cukup dengan keprihatinan.
Sebaiknya, tahun 2012 yang baru dimulai ini disahkan anggota DPR sebagai tahun pertobatan.
"Wakil rakyat supaya bertekad menjadikan tahun 2012 sebagai tonggak penegakan harga diri mereka," kata politisi senior Zainal Bintang kepada wartawan, Minggu malam (1/1).
Alasan Bintang, sepanjang 2011 citra dan wajah anggota DPR baik pusat maupun daerah terpuruk dan nista di mata rakyat.
Kasus korupsi yang bertubi-tubi terungkap di media massa justru banyak dilakoni mereka yang mengklaim wakil rakyat.
Meski demikian, Bintang yang juga wartawan senior mengakui ada sebagian anggota DPR yang jujur dan hidup sederhana.
Menurutnya, korupsi di kalangan wakil rakyat yang masif dan menggegerkan adalah penjarahan anggaran, yang seharusnya ditujukan pada pembangunan daerah dengan maksud untuk menyejahterakan rakyat.
"Ini tragis karena dana untuk perbaiki kehidupan rakyat dirampok oleh wakilnya atas nama rakyat. Ini kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini lebih jahat dari teroris," kata Bintang.
Dia berpesan kepada Ketua KPK Abraham Samad dan kawan-kawan, agar segera memproses pengaduan praktik mafia anggaran yang sudah dikirim pihaknya.
"Saya miris melihat nama-nama wakil rakyat yang diadukan kepada Pos Pengaduan Praktik Mafia Anggaran (Pos P2MA)," tegasnya.
Bintang dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah, La Ode Ida, adalah penggagas Pos P2MA yang kehadirannya sempat menghebohkan di akhir September 2011. [ald]