Azwar Abubakar
Azwar Abubakar
RMOL.Kepolisian dan kejaksaan hendaknya segera menindaklanjuti laporan PPATK soal pegawai negeri sipil yang bermasalah.
“SAYA berharap bisa diberi keÂsehatan fisik, kejernihan berpikir, dan diberi kekuatan untuk tetap istiqamah dalam menjalankan tugas,†kata Azwar Abubakar, pada awal percakapan dengan Rakyat Merdeka, Rabu (28/12).
Menteri Pendayagunaan ApaÂratur Negara dan Reformasi BiroÂkrasi itu menggap semua yang dikerjakannya selama ini adalah ibadah. Ya, dulu Gubernur Aceh hingga sekarang Menteri PAN dan RB.
Baginya, pekerjaan dan ibadah satu paket.
“Saya sudah bermacam-maÂcam. Sekarang saya dipercaya negara menjadi menteri, dan ini suatu tugas mulia dari negara serta amanah dari Allah,†ujar beÂkas anggota DPR itu.
Inilah petikan wawancara dengan Azwar Abubakar.
Apa yang Anda harapkan bagi keluarga di tahun 2012?
Saya berharap keluarga baik-baik saja. Istri menudukung terus, dan anak-anak semoga tidak ada masalah.
Tidak ada rencana menjadi cawapres mendampingi Hatta Rajasa?
Ha-ha ... nggak ada. Jangan GR (gede rasa), intinya.
Tapi, ada rencana ke arah sana?
Saya tidak pernah berpikir untuk maju menjadi capres atau cawaÂpres. Saya seÂlalu berÂÂÂpikir untuk meÂngerjakan pekerÂjaan yang diamaÂnahÂkan kepada saya dengan sebaik-baikÂÂnya dan ikhlas menjalankannya.
Masalah ke deÂpan adalah urusan Tuhan. Allah berfirÂman, apabila kita menÂsyukuri apa yang Tuhan berikan dan menempatkan pada proÂporsinya, maka nikmat kita akan ditambah.
Itu kan bisa saja ditambah jabaÂtan atau nikmat yang lain; bisa bermacam-macam. Intinya, mengÂÂÂoptimalkan kerjaan. Jangan kita sia-siakan, nanti Tuhan marah.
Tahun Baru ada rencana berÂlibur dengan keluarga?
Saya dan keluarga tidak akan pergi ke mana-mana, hanya di rumah kumpul dengan anak dan cucu. Di Tahun Baru, biasanya kami bakar ikan bersama-sama. Keponakan-keponakan dari luar kota biasanya datang, dan kami kumpul.
Ada perbedaan dengan taÂhun lalu?
Bagi saya dan keluarga, tidak ada perbedaan mencolok dalam perayaan Tahun Baru kali ini. Yang jelas, apabila saya dipanggil mendadak oleh Pak Presiden, saya akan datang.
Intinya, tidak ada perbedaan ketika saya sekarang menjadi menteri dibandingkan dulu ketika saya menjadi gubernur atau anggota DPR.
Soal pekerjaan bagaimana?
Saya menyadari ini adalah tugas beÂsar, dengan masalah yang kompleks dan juga harus dibuat solusi yang komÂprehensif. Tugas ini pun harus dilaÂkukan oleh semua pihak. Saya sangat yakin, kondisi biroÂkrasi seperti ini maÂsih bisa diperbaiki.
Yang membuat Anda sangat yaÂkin?
Ada beberapa fakÂÂtor. Pertama, kita semua merasa bahÂwa masaÂlah ini haÂrus diperbaiki. KeÂdua, rakyat ingin ada perubahan, teruÂÂÂÂtama menyangkut masalah layaÂnan, baik kepada masyarakat atau investor. Ketiga, ini adalah keÂsempatan emas bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan kita. Karena situasi ekonomi kita sangat bagus sekali, relatif seÂdikit terkena dampak krisis ekoÂnomi. Saya yakin, semua biroÂkrasi akan melakukan semua perubahan itu.
Apa yang akan diperbaiki?
Pertama, kami harus membuat jumlah aparatur kita lebih proÂporsional atau ada penurunan jumlah namun ada peningkatan kemampuan.
Ketiga, ada juga namanya peÂnyederhanaan biorkrasi, tapi di sisi lain kami tingÂkatkan dari segi fungÂsional jabatan struktural. Kami buat sistem untuk meminiÂmalisir penyalahgunaan weweÂnang, termasuk dalam hal laporan kekayaan.
PPATK meÂlaÂporkan banyak pegawai negeri sipil yang berÂmasalah. Tentang hal itu?
Saya rasa laporan itu bagus, karena kewenangan PPATK seÂmakin luas dan sumber inforÂmasiÂnya semakin luas.
Dari laporan itu, ada beberapa tindakan. Kepolisian dan kejakÂsaan hendaknya segera meninÂdaklanjuti. Berbarengan dengan itu, Kementerian PAN dan RB membuat surat kepada pimpinan lembaga agar memproses secara administrasi. Sanksi tegas akan diberikan, tentunya dengan meÂkanisme yang ada.
Tahun depan, apa yang ingin dicapai?
Saya harus mengejar peta jaÂbatan dari seluruh lembaga yang ada, dan pemerintah daerah. TarÂgetÂnya Desember 2012, namun saya ingin dapatkan itu bulan Juni 2012. Dengan itu, bisa dipastikan betul kompetensi apa yang diÂbutuhkan.
Kedua, diharapkan secepatnya sudah ada model rekrutmen pegaÂwai negeri sipil. Ketiga, bersama DPR kami akan menuntaskan undang-undang baru mengenai aparatur sipil negara, dan admiÂnistrasi pemerintahan supaya kita ada payung hukum untuk melaÂkukan reformasi birokrasi. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15
Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13
Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21
Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14