Berita

Azwar Abubakar

Wawancara

WAWANCARA

Azwar Abubakar: Kepolisian-Kejaksaan, Segeralah Tindak Lanjuti Laporan PPATK

MINGGU, 01 JANUARI 2012 | 08:43 WIB

RMOL.Kepolisian dan kejaksaan hendaknya segera menindaklanjuti laporan PPATK soal pegawai negeri sipil yang bermasalah.

“SAYA berharap bisa diberi ke­sehatan fisik, kejernihan berpikir, dan diberi kekuatan untuk tetap istiqamah dalam menjalankan tugas,” kata Azwar Abubakar, pada awal percakapan dengan Rakyat Merdeka, Rabu (28/12).

Menteri Pendayagunaan Apa­ratur Negara dan Reformasi Biro­krasi itu menggap semua yang dikerjakannya selama ini adalah ibadah. Ya, dulu Gubernur Aceh hingga sekarang Menteri PAN dan RB.

Baginya, pekerjaan dan ibadah satu paket.

“Saya sudah bermacam-ma­cam. Sekarang saya dipercaya negara menjadi menteri, dan ini suatu tugas mulia dari negara serta amanah dari Allah,” ujar be­kas anggota DPR itu.

Inilah petikan wawancara dengan Azwar Abubakar.

Apa yang Anda harapkan bagi keluarga di tahun 2012?

Saya berharap keluarga baik-baik saja. Istri menudukung terus, dan anak-anak semoga tidak ada masalah.

Tidak ada rencana menjadi cawapres mendampingi Hatta Rajasa?

Ha-ha ... nggak ada. Jangan GR (gede rasa), intinya.

Tapi, ada rencana ke arah sana?

Saya tidak pernah berpikir untuk maju menjadi capres atau cawa­pres. Saya se­lalu ber­­­pikir untuk me­ngerjakan peker­jaan yang diama­nah­kan kepada saya dengan sebaik-baik­­nya dan ikhlas menjalankannya.

Masalah ke de­pan adalah urusan Tuhan. Allah berfir­man, apabila kita men­syukuri apa yang Tuhan berikan dan menempatkan pada pro­porsinya, maka nikmat kita akan ditambah.

Itu kan bisa saja ditambah jaba­tan atau nikmat yang lain; bisa bermacam-macam. Intinya, meng­­­optimalkan kerjaan. Jangan kita sia-siakan, nanti Tuhan marah.

Tahun Baru ada rencana ber­libur dengan keluarga?

Saya dan keluarga tidak akan pergi ke mana-mana, hanya di rumah kumpul dengan anak dan cucu. Di Tahun Baru, biasanya kami bakar ikan bersama-sama. Keponakan-keponakan dari luar kota biasanya datang, dan kami kumpul.

Ada perbedaan dengan ta­hun lalu?

Bagi saya dan keluarga, tidak ada perbedaan mencolok dalam perayaan Tahun Baru kali ini. Yang jelas, apabila saya dipanggil mendadak oleh Pak Presiden, saya akan datang.

Intinya, tidak ada perbedaan ketika saya sekarang menjadi menteri dibandingkan dulu ketika saya menjadi gubernur atau anggota DPR.

Soal pekerjaan bagaimana?

Saya menyadari ini adalah tugas be­sar, dengan masalah yang kompleks dan juga harus dibuat solusi yang kom­prehensif. Tugas ini pun harus dila­kukan oleh semua pihak. Saya sangat yakin, kondisi biro­krasi seperti ini ma­sih bisa diperbaiki.

Yang membuat Anda sangat ya­kin?

Ada beberapa fak­­tor. Pertama, kita semua merasa bah­wa masa­lah ini ha­rus diperbaiki. Ke­dua, rakyat ingin ada perubahan, teru­­­­tama menyangkut masalah laya­nan, baik kepada masyarakat atau investor. Ketiga, ini adalah ke­sempatan emas bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan kita. Karena situasi ekonomi kita sangat bagus sekali, relatif se­dikit terkena dampak krisis eko­nomi. Saya yakin, semua biro­krasi akan melakukan semua perubahan itu.

Apa yang akan diperbaiki?

Pertama, kami harus membuat jumlah aparatur kita lebih pro­porsional atau ada penurunan jumlah namun ada peningkatan kemampuan.

Ketiga, ada juga namanya pe­nyederhanaan biorkrasi, tapi di sisi lain kami ting­katkan dari segi fung­sional jabatan struktural. Kami buat sistem untuk memini­malisir penyalahgunaan wewe­nang, termasuk dalam hal laporan kekayaan.

PPATK me­la­porkan banyak pegawai negeri sipil yang ber­masalah. Tentang hal itu?

Saya rasa laporan itu bagus, karena kewenangan PPATK se­makin luas dan sumber infor­masi­nya semakin luas.

Dari laporan itu, ada beberapa tindakan. Kepolisian dan kejak­saan hendaknya segera menin­daklanjuti. Berbarengan dengan itu, Kementerian PAN dan RB membuat surat kepada pimpinan lembaga agar memproses secara administrasi. Sanksi tegas akan diberikan, tentunya dengan me­kanisme yang ada.

Tahun depan, apa yang ingin dicapai?

Saya harus mengejar peta ja­batan dari seluruh lembaga yang ada, dan pemerintah daerah. Tar­get­nya Desember 2012, namun saya ingin dapatkan itu bulan Juni 2012. Dengan itu, bisa dipastikan betul kompetensi apa yang di­butuhkan.

Kedua, diharapkan secepatnya sudah ada model rekrutmen pega­wai negeri sipil. Ketiga, bersama DPR kami akan menuntaskan undang-undang baru mengenai aparatur sipil negara, dan admi­nistrasi pemerintahan supaya kita ada payung hukum untuk mela­kukan reformasi birokrasi. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya