Berita

presiden sby

Publika

Aktivis Perempuan Indonesia Minta SBY Mundur

SABTU, 31 DESEMBER 2011 | 09:38 WIB

PRESIDEN SBY perlu minta maaf atas begitu banyak pembohongan publik terkait data2 kemiskinan dan kasus2 pelanggaran HAM yg dilakukan aparat di lapangan, seperti: Kasus Lapindo, TKW dihukum pancung, Cikeusik, Temanggung, Freeport, Bima, Mesuji, Ahmadiyah, GKI Yasmin, dll. Perempuan dan anak selalu menjadi korban utama dan pertama.

Ditambah lagi, janji-janji untuk memberantas korupsi terbukti sebaliknya justru para koruptor adalah lingkungan kekuasaan dan orang-orang dekat istana, hal mana menyebabkan semua aktivitas pemerintahan hanya difokuskan untuk menutupi borok sehingga secara de facto pemerintahan dijalankan oleh para mafia. Presiden sama sekali tidak berperan.

Maka setelah minta maaf kepada rakyat, seharusnya SBY lalu mundur saja dari jabatan. Itu akan lebih baik agar nasib bangsa ini tidak jadi korban salah urus kepemimpinan seseorang yang sudah terbukti tidak capable.

DPR dan MPR perlu minta maaf krn tdk mampu menjalankan tugas secara optimal, tdk mampu melahirkan kebijakan yg membela kepentingan publik dan memihak rasa keadilan masyarakat. Banyak sekali kompromi-kompromi politik yang dipertontonkan di hadapan rakyat sehingga rakyat sudah kehilangan kepercayaan kepada MPR/DPR/DPD.

Memperhatikan keporak-porandaan bangsa di segala bidang, agar DPR/MPR masih memiliki peran untuk menyelamatkan bangsa dari kehancuran/ kepunahan, kami menghimbau agar MPR/DPR/DPD secara tegas menggunakan Hak Menyatakan Pendapat agar Presiden Meletakkan Jabatan saja.

Tokoh agama perlu minta maaf krn belum sepenuhnya mampu mencerahkan jemaahnya dg pandangan keagamaan yg akomodatif thd nilai-nilai kemanusiaan secara universal, dan membebaskan umatnya dari belenggu ketidakadilan, diskriminasi, dan kekerasan antar sesama, bahkan sering atas dasar agama.

Tokoh agama juga harus tegas dalam menyuarakan kebenaran kepada siapapun terutama kepada penguasa yg mencelakakan rakyatnya sendiri.

Memperhatikan keadaan yang penuh dengan bencana dan kekerasan dengan bermacam dalih serta tayangan tidak sehat di media elektronik sehubungan dengan upaya penguasa menutup2i kebobrokan dan perampokan yang dilakukannya, sehingga rakyat disuguhi berbagai sinetron tidak bermutu dan merusak jati diri bangsa, maka sudah saatnya Para Tokoh Agama secara serempak mendatangi Presiden untuk meminta mundur demi kepentingan yg lebih besar.

Kepada masyarakat, kami menghimbau berhentilah menjadi kelompok mayoritas yg selalu diam. Mari kita suarakan pembelaan kpd mrk yg mengalami ketidakadilan, kekerasan dan diskriminasi atas dasar apa pun. Jangan biarkan saudara-saudara kita tertimpa kemalangan karena kebijakan yang tidak berpihak. Jangan biarkan kekuasaan yg seharusnya milik rakyat digunakan untuk menginjak-injak hak rakyat.

Seruan agar SBY MUNDUR sengaja disampaikan untuk menghindari adanya keadaan chaos yang akan lebih buruk lagi serta memakan korban yang lebih banyak.

Jakarta, 29 Desember 2011 Ratna Sarumpaet
Musdah Mulia
Debra H. Yatim
Jajang C. Noer
Carla Bianpoen
Saparinah Sadli
Tuti Herati
Justiani
Hendri Saparini
Chusnul Mariyah
Chandra Motik
Liliy Wahid

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya