Berita

serpong city paradise/ist

Publika

Serpong City Paradise Semakin Tidak Aman!

RABU, 28 DESEMBER 2011 | 16:02 WIB

NARASI berikut ini adalah ekspresi kekesalan warga Cluster Paradise Hill (Blok G), Serpong City Paradise yang terletak di Desa Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Seluruh warga cluster mengharapkan agar hati developer Serpong City Paradise, PT Subur Progress dapat terbuka untuk mendengarkan keluhan warga dan melakukan tindak lanjut nyata dalam mewujudkan aspirasi warga di perumahan yang mereka kembangkan.

"Dikenal sebagai perumahan The Paradise for Children, Serpong City Paradise
telah berhasil membangun suatu lingkungan yang dilengkapi oleh berbagai macam fasilitas untuk menciptakan surga bagi anak-anak dan investasi baik untuk keluarga Anda." Begitulah bunyi deskripsi dalam Facebook FanPage Serpong City Paradise, perumahan yang dibangun oleh developer PT Subur Progress. Namun fakta yang terjadi di lapangan akhir-akhir ini justru sangat berbeda dengan slogan yang selama ini diagung-agungkan oleh PT Subur Progress.

Peristiwa terbaru yang terjadi adalah adanya kehilangan lagi di Blok G Cluster Paradise Hill! Kali ini yang menjadi korban adalah keluarga Bapak Wahyudin (G.7/11) berupa sepeda juga. Ini merupakan kejadian kehilangan yang kesembilan dalam tempo satu minggu!

Peristiwa terbaru yang terjadi adalah adanya kehilangan lagi di Blok G Cluster Paradise Hill! Kali ini yang menjadi korban adalah keluarga Bapak Wahyudin (G.7/11) berupa sepeda juga. Ini merupakan kejadian kehilangan yang kesembilan dalam tempo satu minggu!

Hari Rabu dini hari, tadi sekitar pukul 04.00 WIB, dua orang warga di Blok G.7 nyaris
kehilangan sepeda mereka. Korban adalah keluarga Pak Sentot serta keluarga Ibu Ayu. Berdasarkan informasi dari petugas keamanan Cluster Paradise Hill (Blok G), pencuri sudah akan mengeluarkan kedua sepeda melalui dinding pembatas yang terletak di gang Blok G.3 dan G.5, ketika tiba-tiba salah seorang Satpam, Pak Nur, memergoki keduanya. Mereka kemudian meninggalkan barang curian mereka, dan berusaha kabur melalui dinding batas cluster. Satpam pun melempari mereka dengan batu untuk berusaha mencegah mereka kabur, namun ketika salah satu pencuri mengeluarkan senjata tajam sejenis kelewang, Satpam pun kembali ke pos untuk mengambil senjata pengamanan, namun sayang akhirnya kedua pencuri telah kabur.

Hal ini menunjukkan tingkat keamanan di Serpong City Paradise terutama Cluster Paradise Hill (Blok G) sudah berada di tingkat parah! Sekali lagi mengenai tanggapan dan tindak lanjut PT Subur Progress nol besar! Jumlah petugas keamanan yang bertugas di malam hari hanya sebanyak 2 orang. Tentu saja sangat kurang untuk mengawasi wilayah cluster yang cukup luas.

Kejadian kehilangan terjadi semua cluster yang ada di Serpong City Paradise, namun tidak semuanya terekspose di media dan karena langkah PT Subur Progress yang
membangun rumah-rumah baru untuk menarik minat pembeli seakan memendam
informasi penting yang sudah seharusnya diketahui oleh konsumen atau calon pembeli. Sebenarnya keinginan untuk membuat complaint ke media massa tidak akan dikumandangkan seandainya ada tindak lanjut atau langkah nyata yang diambil pihak developer dalam menangani permasalahan yang ada. Konsep Cluster pun tidak diterapkan di semua cluster yang ada di Serpong City Paradise!

Warga merasa sudah dikhianati dan tidak pernah didengar keluhannya. Selain masalah keamanan, masalah fasilitas sosial dan fasilitas umum juga sangat dikeluhkan warga.  Masalah asap dari pengusaha arang batok tradisional di sebelah cluster, yang asapnya sudah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga. Namun sampai saat ini, keluhan itu masih juga belum juga didengar

Pemulung dengan bebas berkeliaran (bahkan mulai dari pagi buta, warga di luar cluster yang bekerja sebagai kuli serabutan bahan bangunan dengan bebas berlalu lalang, anak-anak sekolah yang mempergunakan tanah lapang di cluster tanpa izin RT, tanpa izin developer, tanpa izin warga, semuanya sudah membuat kekesalan dan kemarahan warga (terutama Blok G) semakin memuncak. Secara tidak disadari, tagline Serpong City Paradise yang selama ini diagungkan dengan kata-kata The Paradise for Children,
sekarang telah mengalami pergeseran persepsi menjadi "The Best Hell for Family".

Kami mengharap agar semua pihak yang setuju bahwa rasa aman adalah yang kita inginkan bersama ketika kembali ke rumah dan bertemu keluarga. Dan semoga para petinggi PT Subur Progress yang mungkin saat ini sedang menikmati liburan akhir tahun mereka dengan penuh suka cita, di atas kekesalan, kemarahan, dan musibah yang dialami warga di perumahan yang mereka kembangkan mendengar keluhan kami.

Muhammad Agung Darlianto
Warga Serpong City Paradise

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya