Berita

century/ist

BPK Bongkar Hambatan Audit Forensik Century

JUMAT, 23 DESEMBER 2011 | 16:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Hasil audit forensik Century secara resmi telah diserahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tadi pagi, Jum’at (23/12).

Penyerahan audit forensik kasus Century ini dihadiri semua pimpinan DPR dan semua pimpinan BPK. Setjen DPR dan Setjen BPK juga hadir dalam penyerahan audit forensik ini
 
Berdasarkan dokumen hasil laporan audit Century oleh BPK yang diterima wartawan, ada lima hambatan yang dihadapi BPK dalam mengaudit kasus Century ini.


Pertama, BPK tidak memperoleh akses ke sebagian personel kunci dalam kasus Bank Century antara lain saudara AT, DT, HT, RAR, HAW, HH dan KJ, yang di antaranya berstatus DPO ataupun dalam proses hukum.

"Tidak adanya akses mengakibatkan BPK sampai dengan laporan dibuat tidak memperoleh keterangan maupun dokumen terkait pemeriksaan dari personel kunci tersebut," demikian isi laporan yang ditanggungjawabi oleh Ketua BPK Hadi Purnomo tersebut.
 
Kedua, BPK tidak memperoleh akses atas transaksi di luar negeri yang terkait dengan kasus Bank Century karena terkendala oleh ketentuan kerahasiaan transaksi perbankan di masing-masing negara.
 
Ketiga, data nasabah dan atau transaksi di Bank Century tidak lengkap. Keempat, BPK kurang memperoleh akses atas dokumen dan informasi terkait kasus Bank Century yang sedang digunakan oleh aparat penegak hukum dalam proses penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan. Kelima, BPK tidak memperoleh akses atas dokumen dan informasi terkait PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia (ADI). [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya