Berita

Petani Bakal Datangi Istana SBY dengan Mulut Terjahit

KAMIS, 22 DESEMBER 2011 | 10:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Tadi malam (Rabu, 21/12), 220 warga Pulau Padang, Riau yang menginap di depan gerbang utama DPR mendapat perhatian tim medis Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Jakarta Pusat. Secara umum, kondisi kesehatan mereka baik, termasuk 28 orang yang melakukan aksi jahit mulut. Namun, bisa dipastikan bahwa para petani itu sudah kelelahan karena kurang istirahat.

"Keadaan kami sehat, cuma lelah dan kurang istirahat," ujar Koordinator Umum aksi Serikat Tani Nasional (STN) Pusat, Binbin Firman Tresnadi, beberapa saat lalu (Kamis, 22/12).

Hari ini, mereka merencanakan aksi ke istana Negara untuk mendesak Presiden SBY menyelesaikan kasus-kasus konflik agraria, dan mendesak dibentuknya Panitia  Nasional Penyelesaian Konflik Agraria. Seterusnya, kaum tani meminta agar mereka diikutsertakan dalam kepanitiaan itu.


Sampai hari keempat mereka menginap di depan komplek DPR, warga dan demonstran jahit mulut masih berdiam dengan kondisi yang amat sederhana dengan dua buah tenda terbuka berukuran sekitar 5x10 m.

Saat berita diturunkan, sebagian mereka tengah menyiapkan perlengkapan aksi seperti membuat tandu dari bambu dan spanduk. Rencananya, para peserta jahit mulut itu akan diikutsertakan dalam aksi ke Istana SBY meski kondisi mereka lemah.

Aksi menginap dan jahit mulut sebagai bentuk tuntutan petani kepada DPR yang mereka nilai sudah buta tuli terhadap aspirasi rakyat. Mereka mendesak DPR menekan pemerintah pusat dan daerah, terutama Kementerian Kehutanan untuk serius menyelesaikan konflik-konflik agraria.

Petani memprotes Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 327 Tahun 2009 yang memberikan izin hutan tanam industri untuk PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Padahal, lahan berstruktur gambut itu sudah puluhan tahun difungsikan sebagai wilayah serapan air.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya