Berita

polisario

Dunia

Peneliti Soroti Keterlibatan Kelompok Abdelaziz dengan Jaringan Teroris Afrika Utara

KAMIS, 22 DESEMBER 2011 | 01:08 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Keberadaan Polisario di kamp pengungsi Tindouf semakin mengkhawatirkan dunia internasional. Hal ini karena kelompok yang mengklaim sebagai pemilik sah Sahara Barat, sebuah wilayah di selatan Maroko yang dipersengketakan sejak pertengahan 1970an, itu semakin terbukti memiliki keterkaitan dengan kelompok Al Qaeda kawasan utara Afrika dan Gurun Sahara (AQIM).

Media dan peneliti Barat menuding keterlibatan Polisario yang dipimpin Mohamed Abdelaziz itu dalam sejumlah kegiatan terorisme di kawasan Sahel dalam beberapa tahun belakangan ini. Termasuk diantaranya penculikan tiga aktivis kemanusiaan Eropa di kamp Tindouf pada bulan Oktober lalu. Polisario pun terlibat dalam penyelundupan senjata dan narkoba di wilayah Sahel.

Selain itu, sejumlah laporan menyebutkan bahwa Polisario juga menggelapkan bantuan kemanusiaan yang diberikan berbagai lembaga kemanusiaan internasional untuk para pengungsi. Bantuan kemanusiaan tersebut dijual ke sejumlah negara Afrika di kawasan Sahel.

Tidak salah bila media massa Barat, khususnya Amerika Serikat, seperti Washington Post dan Huffington Post menilai, kamp Tindous menjadi semacam kolam ikan tempat kelompok teroris menyemai bibit.

Jurnalis dari Amerika Serikat Richard Miniter menuding keterlibatan Polisario dan AQIM dalam sejumlah aksi terorisme di wilayah Mali, Niger dan Mauritania. Penulis buku Losing Bin Laden dan ShadowWar ini mengatakan banyak pemuda Sahrawi di Tindouf yang dimanfaatkan Polisario dan AQIM untuk menculik orang-oramg Eropa demi mendapatkan tebusan.

Miniter yang pernah berkunjung ke Tindouf, mengatakan, keterlibatan para pemuda di kamp Tindouf didorong oleh frustasi yang mendalam menghadapi ketidakpastian masa depan. Mereka juga merasa jenuh dengan sistem pemerintahan otoriter Polisario yang berkuasa.

Menurut Miniter dalam sebuah diskusi di Washington baru-baru ini, rasa frustrasi inilah yang mendorong mereka mengambil pilihan ekstrem melibatkan diri dengan para perekrut dari AQIM yang sebenarnya berhubungan baik dengan Polisario.

Hal senada juga disampaikan peneliti Amerika Serikat lainnya, Peter Pham. Dia mengatakan, keterlibatan pemuda-pemuda frustrasi itu dalam kegiatan Polisario dan AQIM lebih karena alasan pragmatis daripada ideologis.

Pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri AS, William J. Burns, beberapa waktu lalu pun menyampaikan sinyalemen negatif mengenai keterlibatan kelompok pemberontak seperti Polisario dalam jaringan terorisme seperti AQIM. Menurut Deputi Menteri Luar Negeri AS ini, kelompok teroris dan kelompok perlawanan bersenjata bersatu dalam jaringan kriminal demi kepentingan bersama.

Mantan Dutabesar AS untuk Rusia itu pun mengatakan, jaringan teroris ini meninggalkan jejak dari Amerika Latin, barat Afrika, hingga melintasi Eropa. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya