Berita

din syamsuddin

Marzuki Tantang Din Beberkan Dusta Apa yang Dilakukan Pemerintah

RABU, 21 DESEMBER 2011 | 11:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Ketua Umum PP Muhammadyah Din Syamsuddin ditantang untuk membeberkan dusta apa saja yang dilakukan pemerintah selama tahun ini. Hal ini penting agar Din tidak dianggap memiliki motif politik saat mengungkapkan tahun 2011 adalah tahun penuh dusta.

"Kita perlu klarifikasi bentuk kebohongan apa saja. Supaya tidak menjadi tanda tanya kita semua, seolah-olah ada kepentingan di balik itu," tegas Ketua DPR Marzuki Alie di gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/12).

Selan itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini meminta agar pemerintah itu tidak selalu selalu dikonotasikan hanya presiden. Pasalnya, pemerintah itu mulai dari pemerintah kota, kabupaten, provinsi, dan lembaga lain yang terkait dengan penyelengara pemerintahan.


Meski Marzuki sepakat, bahwa ada target yang tidak tercapai pemerintah tahun ini.

"Saya sepakat, ada yang tidak tercapai, ada yang tercapai. Ada daerah yang benar dan yang tidak. Tapi itu tidak seolah salah Presiden. Presiden punya kewenangan terbatas. Tidak seperti zaman Orba, presiden punya wewenang luar biasa bisa nyopot bupati, gubernur. Sekarang nggak bisa," tandasnya.

Ungkapan tahun ini adalah "tahun penuh dusta" disampaikan Din Syamsuddin pada acara refkeksi yang digelar di kantornya Senin lalu.

"Memang ada banyak konklusi yang bisa kita berikan pada tahun 2011, terutama yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa. Bisa penuh dusta dan penuh dosa, tergantung bagaimana kita melihatnya. PP Muhammadiyah lebih melihat penuhnya dusta. Banyak pendustaan di dalam negeri berbangsa dan bernegara terutama oleh para pemangku negara," ungkap Din. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya