Berita

ilustrasi/ist

Petani Suku Anak Dalam Batanghari Memilih Bertahan Duduki DPR

SELASA, 20 DESEMBER 2011 | 19:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Petani suku anak dalam Batanghari, Jambi, akan terus menduduki gedung DPR RI hingga tuntutan mereka dipenuhi. Mereka meminta hak enclave 3.482 hektar tanah rakyat Mekar Jaya, Sorolangun dan 8.000 hektar tanah rakyat di Kunangan Jaya, Batanghari, Jambi.

"Kami masih di sini karena menunggu putusan tetap dari Kementerian Kehutanan, soal hak enclave dan teguran pada tiga perusahaan. Mana tegurannya. Tunjukkan pada kami agar kami juga mengerti persoalannya," ujar Koordinator Aksi dari Serikat Tani Nasional (STN Pusat) Binbin Firman Tresnadi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Selasa, 20/12).

Jumat (16/12) kemarin, Binbin dan rekan-rekannya sudah bertemu dengan Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal Bina Usaha Kementerian Kehutanan. Dalam pertemuan itu disebutkan bahwa lahan garapan masyarakat akan di-enclave. Selain itu dijanjikan bahwa akan ada surat teguran pada PT Agronusa Alam Sejahtera, PT Wanakasita Nusantara serta PT Restorasi Ekosistem Indonesia.


"Tapi sampai Senin (19/12) kemarin kami belum mendapat putusan yang tegas. Ini yang kami tagih. Jangan seperti ngasih gula-gula saja pada rakyat," tuturnya.
 
Binbin dan ratusan petani lainnya akan melanjutkan aksi di depan kantor Badan Pertanahan Nasional meminta Joyo Winoto (Kepala BPN) dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Kepada Polri, mereka meminta lima petani yang ditahan Polda Jambi dibebaskan.

"Lima warga itu mengambil kayu di lahan yang harusnya di-enclave. Tapi malah ditahan," tandasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya