Berita

ilustrasi/ist

CENTURYGATE

Misbakhun: Marzuki Alie Benar-benar Bodoh

SELASA, 20 DESEMBER 2011 | 16:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pernyataan Marzuki Alie bahwa bailout Rp 6,7 triliun terhadap Bank Century bukan kebijakan salah dan tidak merugikan negara menunjukkan rendahnya kualitas pemahaman Marzuki Alie sebagai ketua DPR atas produk hukum yang dihasilkan oleh DPR.

Demikian disampaikan salah seorang inisiator Pansus Century DPR, Misbakhun kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 20/12).

Sikap DPR terkait bailout Century, tegas Misbakhun, sudah jelas. Sidang Paripurna DPR tanggal 3 Maret 2010 memilih opsi C yang menyimpulkan bahwa kebijakan bailout Rp 6,7 triliun kepada Bank Century, termasuk proses merger, dan akuisisi atas bank tersebut terjadi sejumlah pelanggaran berindikasi tindak pidana korupsi, penyimpangan kebijakan perbankan dan keuangan negara, pidana pencucian uang maupun tindak pidana umum lainnya.


Selain itu, disebutkan juga nama-nama para pejabat yang diduga terlibat dalam kesalahan pemberian bailout tersebut.

"Berdasarkan Tata Tertib DPR, Sidang Paripurna merupakam forum tertinggi DPR. Pernyataan Marzuki benar-benar menunjukkan kedangkalan pemahaman dan pengetahuan dia sebagai Ketua DPR. Benar-benar bodoh," kata dia.

Bagi Misbakhun, pernyataan Marzuki Alie tersebut tak lebih sebagai pernyataan Marzuki Alie seorang politisi Partai Demokrat yang diliput oleh ketakutan.[dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya