Berita

citra piramida garut

Tim Katastropik Purba Tidak Akan Berpolemik

SELASA, 20 DESEMBER 2011 | 01:02 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kantor Andi Arief tidak mau berpolemik mengenai sejumlah temuan dalam riset kebencanaan yang dilakukan Tim Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SPK BSB).

Tim yang diperkuat sejumlah geolog itu bertugas melakukan penelitian secara mendalam untuk menemukan bukti-bukti geologis dan catatan sejarah berbagai bencana besar, yang terjadi di masa lalu terutama pada masa purba yang berpotensi terulang kembali.

Dari banyak penelitian yang dilakukan banyak kalangan, gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, misalnya, adalah pengulangan dari gempa dan tsunami yang terjadi di daerah itu pada masa-masa yang lalu. Dengan mempelajari catatan sejarah dan bukti geologis bencana di masa lalu, diharapkan mitigasi bencana dapat menekan dampak kerusakan dan korban.

"Dalam perjalanan penelitian, di beberapa tempat seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan wilayah lain, termasuk di Kabupaten Garut, Tim Katastropik menemukan fenomena yang tidak alami dan diduga kuat man made atau buatan manusia terkubur di bawah tanah," ujar salah seorang Asisten SKP BSB, Iwan Sumule, kepada Rakyat Merdeka Online yang sedang berada di Switzerland.

Tentu saja, sambungnya, apa yang ditemukan oleh Tim Katastropik adalah temuan bersama dan sesuai dengan UU 11/2010 tentang Cagar Budaya, Tim Katastropik sudah melaporkan temuan tersebut ke instansi terkait, baik kepada Pemda dan Pemerintah Pusat secara resmi.

Dia juga mengatakan, Tim Katastropik Purba telah mendiskusikan temuan tersebut dengan Ditjen Sejarah dan Kepurbakalaan, arkeolog dari Akeologi Nasional dan pakar lain.

Tim Katastropik Purba, katanya lagi, saat ini fokus mempelajari catatan yang ditinggalkan bencana di masa lalu dan mengaplikasikannya dalam model mitigasi bencana. Selain itu, tim ini pun tengah meniliti sumber-sumber bencana alam yang telah mengakibatkan peradaban-peradaban, termasuk bangunan-bangunan man made tersebut terkubur di bawah tanah. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya