Berita

jahit mulut/ist

Rekannya Jahit Mulut, Demonstran Histeris, Menangis dan Baca Shalawat

SENIN, 19 DESEMBER 2011 | 11:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Histeris, begitu respon salah satu demonstran melihat rekannya melakukan jahit mulut. Bahkan, ada satu demonstran yang pingsan karena tak kuat melihat aksi jahit mulut.

Sebelum pingsan, demonstran tersebut berteriak tidak tega melihat aksi jahit mulut tersebut. "Daripada mati perlahan, lebih baik saya mati dengan pisau," teriak demonstran tersebut.

Selain pingsan, hampir semua demonstran menangis, dan ada juga yang membacakan shalawat nabi sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim.


Sampai sekarang, baru empat orang demonstran yang melakukan aksi jahit mulut di depan Gedung DPR RI. Mereka melakukan aksi dibawah tenda.

M Ridwan, koordinator aksi mengatakan  mereka tidak akan berhenti melakukan aksi sebelum SBY merevisi Surat Keputusan yang memberikan hak sebesar 41.205 hektar kepada PT  Riau Andalan Pulp Paper (PT.RAPP).

Ini menyebabkan warga yang ada Pulau Padang, bagian dari Kepulauan Meranti tergusur. Betapa tidak, dari 110.000 hektar Pulau Padang yang dihuni 35.244 jiwa penduduk,pemerintah memutuskan bahwa 41.205 hektar diberikan kepada PT  Riau Andalan Pulp Paper (PT.RAPP).

"Kami tidak akan pulang dari Jakarta, sebelum ada Menhut Zulkifli Hasan dan SBY mengubah keputusan itu," ujarnya.

Ridwan juga mengatakan, selain empat orang demonstran ini, akan menyusul 73 orang lainnya yang akan melakukan aksi jahit mulut.[arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya