Berita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Wawancara

WAWANCARA

Handoyo Sudrajat: Begitu Diambil Sumpahnya Pimpinan KPK Tancap Gas

SABTU, 17 DESEMBER 2011 | 08:54 WIB

RMOL. Pimpinan KPK periode 2011-2015 sudah diambil sumpahnya di Istana Negara, kemarin. Mereka diharapkan bisa menuntaskan penanganan kasus korupsi kakap.

“Saya berharap, tiga tahun ke depan korupsi bisa diberantas, sehingga tahun keempat, KPK tidak diperlukan lagi. Makanya begitu diambil sumpahnya, pim­pinan KPK yang baru langsung tancap gas untuk menangani ka­sus korupsi besar,” tandas Deputi Pengawasan Internal dan Penga­duan KPK, Handoyo Sudrajat, kepada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Untuk mewujudkan hal itu, Handoyo tetap berada di KPK meski anggota Komisi III DPR tidak memilihnya menjadi pim­pinan KPK.

“Pada prinsipnya saya mendu­kung pimpinan KPK yang baru, sehingga saya tetap di KPK untuk mewujudkan pemberantasan korupsi tuntas tiga tahun ke de­pan,”  ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Berarti Anda setuju KPK di­bu­barkan?

Bukannya begitu. Saya berha­rap dengan sepenuh hati, dalam masa kepemimpinan KPK yang baru, korupsi bisa diberantas. Ketika itu berhasil dilakukan. Artinya KPK tidak diperlukan lagi dong. Karena korupsi sudah tidak ada.


Tapi bila korupsi masih me­ra­jalela, Anda tetap akan maju?

Tidak juga. Saya berharap orang-orang muda saja yang maju. Lima tahun ke depan, usia saya sudah 61 ta­hun. Orang yang sebaya dengan Pak Abraham Samad yang maju.


O ya, untuk periode 2011-2015  Anda tetap di KPK?

Ya, saya ingin mendukung pimpinan KPK yang baru secara maksimal.


Anda yakin pimpinan KPK yang baru bisa mengungkap ka­sus besar?

Menurut info kan semuanya ber­latar belakang hukum, ya mesti­­nya kinerja KPK akan lebih dahsyat. Apalagi ada Pak Bam­bang Widjojanto dari advokat, Pak Zulkarnain yang berlatar belakang jaksa, Pak Adnan Pandu Praja dari Kompolnas, Pak Busyro Mu­qoddas dari dalam KPK. Hemat saya, KPK akan lebih baik ke depan.


Apa masukan Anda untuk per­baikan KPK?

Pertama, penguatan kapasitas internal untuk menjamin keterse­diaan Sumber Daya Manusia di KPK yang pro­por­sional dan berin­te­gritas tinggi. Ter­masuk penguatan pengawasan inter­nal agar bisa men­dorong peningkatan kinerja KPK.

Kedua, mening­katkan kerja sama dengan penegak hu­kum yang lain. Ke depan KPK akan fokus pada kasus-kasus besar. Arti­nya, kasus lainnya dilimpah­kan ke­pada kejaksaan dan ke­polisian.

Ketiga, mendorong bidang pencegahan untuk mempercepat terselenggaranya good gover­nance. Keempat, penindakan fo­kus pada kasus-kasus besar dan upaya pengembalian aset negara secara optimal. Bila itu bisa di­lak­­­sanakan, saya kira bisa me­ngem­balikan kepercayaan ma­syarakat.


Apa masukan Anda untuk per­baikan KPK?

Pertama, penguatan kapasitas internal untuk menjamin keterse­diaan Sumber Daya Manusia di KPK yang pro­por­sional dan berin­te­gritas tinggi. Ter­masuk penguatan pengawasan inter­nal agar bisa men­dorong peningkatan kinerja KPK.

Kedua, mening­katkan kerja sama dengan penegak hu­kum yang lain. Ke depan KPK akan fokus pada kasus-kasus besar. Arti­nya, kasus lainnya dilimpah­kan ke­pada kejaksaan dan ke­polisian.

Ketiga, mendorong bidang pencegahan untuk mempercepat terselenggaranya good gover­nance. Keempat, penindakan fo­kus pada kasus-kasus besar dan upaya pengembalian aset negara secara optimal. Bila itu bisa di­lak­­­sanakan, saya kira bisa me­ngem­balikan kepercayaan ma­syarakat.


Selama ini pengawasan di internal masih lemah?

Ya, kami hanya ada 20 orang pengawas internal, 50 persen di antara­nya adalah o­rang baru, se­hingga belum bisa optimal. Kami belum punya pengawas in­ternal berlatar bela­kang penyidik dan penuntut, se­hingga untuk fungsi eksaminasi belum bisa dilakukan. Makanya perlu pe­nguatan pe­ngawasan internal.


Bagaimana we­wenang super­visi KPK ke depan?

Saya mengemukakan supervisi itu lebih ke arah kajian yang men­dorong terhadap pemberdayaan para penegak hukum. Misalnya dari internal mereka didorong untuk mengedepankan program anti korupsi. Apabila program anti korupsi itu bagus, maka di­harapkan ada peningkatan inte­gritas dari personilnya. Ada perbaikan sistemnya.


O ya, apa keluarga kecewa se­telah Anda tidak terpilih men­jadi pimpinan KPK?

Istri saya malah bilang Alham­dulillah. Istri saya menyadari bahwa tugas pimpinan KPK itu tidak mudah. Banyak tantangan dan resikonya. Sejak saya masuk ke KPK tahun 2005, banyak peristiwa besar. Misalnya peris­tiwa Antasari, kasus cicak buaya, kasus Bibit-Chandra.

Antara harapan dan rasa was-was, lebih besar was-wasnya, ha-ha-ha. Bisa dilihat tuntutan ma­syarakat begitu tinggi. Walau kita kerja baik belum bisa memenuhi harapan masyarakat.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya