Berita

puan maharani

Puan Maharani Mengeluh Partainya Kerap Dijadikan Batu Loncatan

KAMIS, 15 DESEMBER 2011 | 13:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengeluhkan partainya kerap dijadikan sebagai batu loncatan untuk mendapatkan jabatan gubernur, bupati, dan walikota lewat pemilihan kepala daerah.

Hal itu disampaikan Puan usai Rapat Paripurna DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Kamis (15/12).

"Kita tau sendiri bahwa dalam pemilukada-pemilukada yang sering berlangsung, partai politik dijadikan batu loncatan sebagai kepala daerah. Tapi setelah mereka menduduki posisinya, seolah-olah mereka merasa tidak perlu dukungan pilitik dari partai politik dari yang mendukungnya," jelasnya.


Dia menyontohkan walikota Wali Kota Bogor, Diani Budiarto, yang didukung PDIP sebelumnya. Tapi terkait dengan polemik izin mendirikan bangunan Gereja GKI Yasmin, Diani Budiarto merasa tidak didukung PDIP.

"Contohnya tidak jauh-jauh apa yang terjadi dengan Walikota Bogor. Saat masalah Yasmin, dia mengatakan tidak perlu dukungan PDIP. Dia mengatakan tidak ada UU yang mengikat kepala daerah dengan partai pendukungnya," jelas Puan.

Dalam masalah Gereja GKI Yasmin ini, PDIP berseberangan dengan Budiarto. PDIP mendesak Walikota mengijinkan jemaat GKI Yasmin menjalankan ibadah di gereja tersebut. "Kalau ada reward, mereka mengatasnamakan kita. Namun kalau ada masalah, mereka lepas tangan," kesal Puan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya