Berita

polri/ist

Komjen Sutarman Ogah Sebut Nama Orang yang Memberikan Dokumentasi Pembantaian Lampung

RABU, 14 DESEMBER 2011 | 19:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Kepala Bareskrim Polri, Komjen Sutarman sekali lagi mengatakan belum menerima laporan resmi terkait pembantaian di daerah Mesuji dan Sodong, Lampung. Ini adalah kali kedua Sutarman mengatakan belum tahu, setelah sebelumnya di Istana Bogor jenderal polisi ini bilang tidak tahu.

“Kami belum menerima laporan terkait kejadian itu,” paparnya di gedung DPR saat pertemuan Komisi III dengan Kapolri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, malam ini (14/12)

Namun demikian, imbuh mantan Kapolda Metro Jaya ini, pihaknya akan mendalami kasus ini, dan akan membuktikannya. Selanjutnya pihaknya akan menunggu laporan tim khusus yang sudah berangkat ke Lampung.


“Kita luruskan dulu, kita cek dan telusuri,” tegasnya.

Namun Sutarman mengakui sudah pernah dikirim foto-foto kejadian yang di Lampung, tapi belum ada laporan resmi. Namun demikian, Sutarman enggan menyebutkan siapa nama orang yang memberikan dokumentasi tersebut.

“Gambar itu sudah pernah dilaporkan sama saya, tapi saya tidak bisa sebutkan siapa nama (pemberinya),” cetusnya

Peristiwa Lampung ini berawal dari perluasan lahan oleh perusahaan sawit asal Malaysia sejak tahun 2003. Perusahaan yang berdiri tahun 1997 itu, terus menyerobot lahan warga untuk ditanami kelapa sawit dan karet. Atas kekejian ini, sekitar 30 warga lampung tewas, bahkan beberapa diantaranya disembelih.[arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya