Berita

ilustrasi

Sutan Bhatoegana: Jenis Kelamin Koalisi Tidak Jelas!

SELASA, 13 DESEMBER 2011 | 12:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Rencana Interpelasi DPR terhadap kebijakan pemerintah mengetatkan remisi dan pembebasan bersyarat dikritik keras oleh petinggi Partai Demokrat. Partai binaan SBY itu marah besar pada rekan-rekannya di Sekretariat Gabungan yang ikut mendukung interpelasi.
 
"Bagi kami, silakan saja interpelasi itu, nanti masyarakat yang menilai," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada wartawan di lantai 3 Gedung Nusantara II, Senayan, Selasa (13/12).

Menurut Sutan, pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat koruptor sangat ditunggu masyarakat karena selama ini narapida korupsi selalu dapat keringanan hukuman. Maka itulah Kementerian Hukum dan HAM membuat kebijakan tersebut. Sutan mempertanyakan rekan-rekan koalisinya di Sekretariat Gabungan yang malah menggugat kebijakan itu.


"Kami perlu mempertanyakan koalisi, bayangkan saja menteri kita juga dihajar orang disana. Mestinya ini harus dibicarakan di Setgab terlebih dahulu. Kritiklah di Setgab itu, di luar tetap kompak kita," kata Sutan.
 
"Sudah saatnya Partai Demokrat berkoalisi dengan rakyat saja, itu yang terbaik," imbuh dia kesal.
 
Pengamatan Sutan, koalisi Setgab saat ini cuma basa-basi sudah tidak jelas lagi, terutama sejak reshuffle kabinet.

"Saya kira koalisi ini antara ada dan tiada, tidak jelas barang itu jenis kelaminnya apa, laki-laki enggak, perempuan enggak. Campur barang itu. Kalau opisisi kan jelas. Ini (koalisi) basahnya mau, basinya enggak mau," tutupnya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya