Berita

ist

Said Aqil Siroj dan Ulama Lintas Agama Sepakat Kawal Pemerintahan SBY

SENIN, 12 DESEMBER 2011 | 22:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sejumlah tokoh lintas agama menggelar pertemuan untuk membahas masalah-masalah kebangsaan (Senin, 12/12) . Mereka sepakat permasalahan bangsa terjadi karena rendahnya keteladanan dari para pemimpin bangsa.

Meski begitu, mereka optimis permasalahan tersebut bisa diselesaikan. Tokoh agama yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah J. Pujasumarta dari Konferensi Wali Gereja Indonesia, Ketut Parwata dari Parisada Hindu Dharma Indonesia, Jeirry Sumampow dari Persekutuan Gereja Indonesia, Patar S. Napitupulu dari Huria Kristen Batak Protestan, F. Sugianto dari Majelis Buddha Indonesia, Wawam Wiratma dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia dan Rusli dari Perwakilan Umar Buddha Indonesia, dan Ketua PBNU Kiai Said Aqil Siroj.

"Tidak ada permasalahan politik yang kami bahas, sama sekali tidak menyinggung perpolitikan," kata Kiai Said, sapaan akrab Said Aqil Siroj seusai pertemuan.


Dalam pertemuan masing-masing perwakilan organisasi keagamaan menyampaikan hasil temuannya di lapangan. Perwakilan KWI berkesimpulan Pemerintah tidak serius menyelesaikan permasalahan hukum dan persoalan mikro ekonomi, dimana angka kemiskinan yang tidak sebanding dengan hasil survei oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dari sharing temuan permasalahan tersebut tokoh lintas agama memiliki kesamaan pendapat, sejumlah permasalahan bangsa diakibatkan oleh krisis keteladanan di tengah masyarakat. Petinggi bangsa, baik legislatif maupun eksekutif dianggap belum dapat menunjukkan teladan baik kepada masyarakat.

"Maraknya korupsi bukan penyebab, tapi akibat dari rendahnya keteladanan dari pemimpin. Itu juga akibat dari masih belum sempurnanya sistem politik,  yang mengakibatkan mereka (pemimpin) tidak memberikan teladannya," tandas Kiai Said.

Menyikapi kondisi tersebut, masih kata Kiai Said, tokoh lintas agama sepakat untuk terus berada pada posisi mengawal jalannya pemerintahan, namun tak akan segan memberikan kritik yang membangun.

"Kalau memang pemimpin sudah terlampau melenceng kami akan mengkritik. Kritik akan kami sampaikan dengan cara-cara yang santun, cara-cara yang dibenarkan sesuai ajaran agama," tuntas Kiai Said.[dem]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya