Berita

Yunus Husein

Wawancara

WAWANCARA

Yunus Husein: Mereka Berkoalisi Berbagai Cara Termasuk Menggunakan Materi

SENIN, 12 DESEMBER 2011 | 08:56 WIB

RMOL. Yunus Husein bisa memahami mengapa anggota Komisi III DPR tidak memilihnya menjadi pimpinan KPK periode 2011-2015.

“Ini merupakan proses politik yang sarat dengan berbagai ke­pentingan politik. Inilah hal yang terbaik yang diberikan Allah SWT. Saya harus menerima de­ngan ikhlas,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (9/112).

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa kesibukan Anda setelah gagal menjadi pimpinan KPK?

Saya masih punya banyak ke­giatan di Satgas Pemberanta­san Mafia Hukum (PMH), Ko­mite Nasional Kebijakan Gover­nan­ce,  mengajar, dan membim­bing di kampus.


Apa yang menyebabkan Anda tidak terpilih menjadi pimpinan KPK?

Tidak terpilih karena ada ber­bagai pihak yang takut dan tidak senang jika saya ada di KPK. mereka berkoalisi dengan meng­gunakan berbagai cara, termasuk menggunakan materi.


Bagaimana perasaan Anda saat itu?

Saya bisa memahami dan me­nerima kegagalan ini,  karena ini merupakan proses politik yang sarat dengan berbagai kepenti­ngan politik. Inilah hal yang ter­baik yang diberikan Allah SWT, saya harus menerima dengan ikhlas. Semuanya merupakan nikmat dan karunia dari Allah SWT.


Bagaimana respons keluarga Anda?

Alhamdulillah tidak ada masa­lah dengan keluarga, mereka bisa menerima dengan baik kon­disi ini.


Apa sebelumnya Anda yakin terpilih?

Sebelumnya saya sangat opti­mistis terpilih sebagai pimpinan KPK. Tapi setelah melihat kons­pirasi dan permainan sejumlah politisi serta berbagai pihak lain­nya, saya menjadi realistis dan sabar menerimanya. Ini pelajaran berharga bagi saya dan lebih mengerti siapa sebenarnya me­reka itu dengan karakternya.


Apa sebelumnya Anda yakin terpilih?

Sebelumnya saya sangat opti­mistis terpilih sebagai pimpinan KPK. Tapi setelah melihat kons­pirasi dan permainan sejumlah politisi serta berbagai pihak lain­nya, saya menjadi realistis dan sabar menerimanya. Ini pelajaran berharga bagi saya dan lebih mengerti siapa sebenarnya me­reka itu dengan karakternya.


Ada pihak yang menyebut­kan Anda titipan Presiden SBY, pendapat Anda?

Mengenai isu bahwa saya ada­lah titipan Presiden, hal itu tidak benar sama sekali. Alasan saya  maju ke KPK adalah ini­siatif se­penuhnya dari diri saya sendiri. Saya hanya meminta izin kepada beliau karena saya sedang menja­bat di PPATK dan Satgas Mafia Hukum. Lalu beliau mengizinkan serta mendukung.

Apakah Anda akan menca­lon­kan lagi saat pemilihan pim­pinan KPK periode 2015-2020?

Untuk saat ini saya belum ada niat untuk mencalonkan diri lagi.


Harapan dan pesan kepada para pimpinan KPK terpilih?

Pesan saya kepada yang ter­pilih menjadi pimpinan KPK ha­rus­lah bersikaplah  adil, obyek­tif, dan profesional dalam me­nangani kasus apapun juga, baik melibat­kan DPR, pejabat peme­rintah atau siapapun juga.

Jangan berhutang budi de­ngan politisi yang memilih. Kalau sudah terlanjur janji  (ada deal) ke­pada mereka ingkari saja. Janji itu untuk kepentingan  Re­publik yang kita cintai. Kalau ti­dak, Republik ini tidak akan per­­nah lebih baik.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya