Berita

Noegroho Djajoesman

Wawancara

WAWANCARA

Noegroho Djajoesman: Mahfud Hendaknya Berpikir Positif Terhadap Kinerja Kepolisian

SABTU, 10 DESEMBER 2011 | 08:30 WIB

RMOL. “Itu invisible hand, dari bela­kang dipegang tengkuknya ja­ngan ke situ,” kata Ketua Mah­kamah Konstitusi Mahfud MD dalam diskusi politik di Jakarta, Selasa (6/12).

Namun Mahfud tidak menje­laskan lebih detil kasus-kasus yang mengindikasi­kan Polri ter­sandera kekuatan politik tersebut.

Kritik tajam Mahfud ditepis sesepuh Polri, Kom­jen Pol (Purn) Noegroho Djajoes­man. Menurutnya, korps bha­yang­kara tetap berusaha inde­penden dan profesional. Kalau pun tersandera, itu lebih karena maraknya opini yang ditebar elite politik negeri ini.

“Jangan terlalu vulgar, kasihan polisi. Kasihan pula masyarakat nantinya,” ujar Noegroho ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Rabu (7/12).

Berikut kutipan selengkapnya:


Bukankah pernyataan Mah­fud itu positif untuk menggen­jot polisi agar lebih profesional lagi?

Saya menilai positif komentar Pak Mahfud. Saya tahu Pak Mah­fud pun tidak apriori terhadap polisi. Saya juga cukup mengenal beliau saat tidak lagi di kabinet.


Kritiknya terlalu keras?

Menurut saya wajar saja. Yang penting media jangan menjadikan pernyataan tadi sebagai polemik berkepanjangan.


Benarkah Polri tersandera politik?

Menurut pandangan saya, Polri tidak tersandera suatu kekuasaan atau politik tertentu. Namun ten­tu­nya harus kita maklumi da­lam menangani setiap kasus, Polri harus berhati-hati dan me­lalui prosedur yang berlaku se­suai aturan perundang-undangan. Intinya, dalam proses pengung­kapan ini tentunya menyita waktu.


Bukankah para elite dan ma­sya­r­akat selalu minta kasus be­sar cepat diselesaikan?

Ya, memang itu lah kenyataan yang ada. Saya yakin pihak Polri pun menghendaki cepat tuntas dalam penanganan kasus. Yang terpenting perlu kita ketahui, me­tode yang akan digunakan dalam setiap penanganan tidak selalu harus sama. Tapi tetap melalui prosedur yang berlaku.


Mahfud juga mengkritik po­lisi terkait belum ditemukan­nya buronan Nunun Nur­bae­tie?

Kasus Nunun ditangani KPK. Kalau tidak salah KPK mohon ban­tuan Polri untuk penangka­pan­nya. Upaya-upaya sudah dilakukan  Polri, termasuk sudah bekerja sama dengan Interpol. Kita harus sabar menunggu.

Di samping itu, kasus Nunun menyangkut beberapa yuridiksi negara lain. Masing-masing ne­gara mempunyai peraturan dan perundang-undangan sendiri.


Mahfud juga mengkritik po­lisi terkait belum ditemukan­nya buronan Nunun Nur­bae­tie?

Kasus Nunun ditangani KPK. Kalau tidak salah KPK mohon ban­tuan Polri untuk penangka­pan­nya. Upaya-upaya sudah dilakukan  Polri, termasuk sudah bekerja sama dengan Interpol. Kita harus sabar menunggu.

Di samping itu, kasus Nunun menyangkut beberapa yuridiksi negara lain. Masing-masing ne­gara mempunyai peraturan dan perundang-undangan sendiri.


Foto-foto Nunun di Singa­pura dan Thailand serta sejum­lah petunjuk di media, apa ti­dak bisa membantu?

Foto-foto itu kan hanya mem­be­ri­kan petunjuk dan tidak semua langkah Polri itu langsung dipu­blikasikan.


Nazaruddin saja bisa ditang­kap, kenapa Nunun tidak bisa?

Saya yakin bisa. Kita lihat saja nanti hasilnya.

Apa Polri tidak terganjal de­ngan suami Nunun, Adang Da­ra­djatun?

Mengapa harus terganjal. Yang penting tegakkan saja hukum dengan benar.


Apa Mahfud mengkritik pe­das Polri karena kasus surat palsu MK yang tak kunjung se­le­sai?

Mungkin saja. Tapi saya ber­harap Pak Mahfud bisa berpikir positif saja terhadap kinerja Polri. Pak Mahfud kan sekarang bukan seorang politisi, tapi Ketua MK.


Ketua KPK terpilih Abra­ham Samad obral janji selesai­kan ka­sus-kasus besar, sejauh­mana pe­nyidik Polri di KPK  me­realisasi­kan janji itu?

Para penyidik KPK ini memi­liki independensi. Sementara kasus yang masuk ke penyidik KPK ini setelah melalui beberapa tahap analisa, penyelidikan dan penyidikan. Artinya, penyidik KPK hanya melaksanakan pena­nganan kasus yang sudah masuk tahap penyidikan.

Sedangkan janji-janji Ketua KPK terpilih adalah suatu kon­trak sosial. Antara harapan, janji, dan realisasi tentunya harus sama dan harus diwujudkan.


Masih pantaskah Polri diper­caya saat keraguan bermun­culan?

Bagaimana pun semua masya­rakat masih membutuhkan polisi. Apalah jadinya kalau dalam satu hari saja seluruh polisi di republik ini mogok bekerja.


Tapi kritik boleh-boleh saja kan?

Untuk menjaga profesionalis­me polisi, saya tetap mendukung dan menyarankan masyarakat ikut berpatisipasi, tidak hanya mengawasi. Setiap kasus hukum hendaknya pula jangan dimasuk­kan ke ranah politik. Jangan sam­pai pembentukan opini justru me­nimbulkan trial by opinion. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya