Berita

Optimalkan Budidaya Kelapa Sawit di Pulau Sumatera dan Kalimantan!

JUMAT, 09 DESEMBER 2011 | 19:25 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Koperasi dan UKM yang berakhir Jumat ini merekomendasikan pengelolaan secara optimal budidaya kelapa sawit, khususnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Dari lima koridor wilayah yang dibentuk pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) guna mendukung pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM), koridor Sumatera dan Kalimantan menempatkan budidaya pada prioritas pertama.

Haloman Tamba, Koordinator Koridor Sumatera, mengemukakan optimalisasi budidaya kelapa sawit di wilayah tersebut diusulkan, karena sembilan provinsi merupakan daerah potensi sebagai penghasil sawit.


”Ke-9 Provinsi itu merupakan sentra produksi kelapa sawit, sehingga sangat selaras dikaitkan dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),” ujar Halomoan Tamba pada penutupan Rakornas Kementerian Koperasi dan UKM (Jumat, 9 Desember 2011).

Dari 10 provinsi di pulau Sumatera, hanya satu yang tidak menjadi sentra kelapa sawit, yakni Kepulauan Riau. Sedangkan Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, dan Jambi.

Adapun tiga koridor lain, yakni Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur, Papua dan Maluku, secara umum merekomendasikan peningkatan kepariwisataan. Akan tetapi, rekomendasi itu masih terkait dengan MP3EI.

Untuk Koridor Sulawesi tidak terlalu berbeda dengan Koridor Sumatera dan Kalimantan. Meski berbeda komoditas, akan tetapi masih mengandalkan sektor perkebunan dan pertanian seperti kakao, kelapa, kopi, kacang mete, dan pala.

Agus Muharram, pelaksana tugas Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan hasil pemetaan potensi unggulan yang akan dioptimalkan, supaya segera ditindaklanjuti oleh seluruh Kepala Dinas dan UKM seluruh Indonesia bersama jajarannya.

”Pemetaan kekuatan potensi produk setiap provinsi sangat penting, sedangkan kebijakan pokok tetap dari Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Agus Muharram pada penutupan Rakornas di Hotel Mercure, Jakarta Utara.

Dia meminta agar seluruh daerah melakukan sinkronisasi agar program pemberdayaan KUMKM yang dikaitkan dengan MPE3EI bermanfaat. Dikemukakan, meski baru sekedar rekomendasi, akan tetapi bisa disebut telah menghasilkan 70 persen dari tujuan utama.[arp]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya