Berita

abraham samad/ist

Abraham Samad Dijagokan Gantikan Busyro sebagai Ketua KPK

JUMAT, 02 DESEMBER 2011 | 09:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengacara muda asal Makassar Abraham Samad dijagokan menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi menggantikan Busyro Muqoddas dalam pemilihan yang akan digelar oleh Komisi III DPR, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pagi ini (Jumat, 2/12).

"Kita melihat dia belum terkontaminasi dengan berbagai macam kepentingan yang ada di Jakarta ini. Dia jauh dari itu. Jadi betul-betul dia melaksanakan tugas dan kewenangannya dari jalur hukum," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Bukankah karena dia orang daerah itu menjadi kelemahan?


"Saya kira tidak. Dia juga selama ini aktif sebagai pegiat anti korupsi. Dia juga meraih gelar doktornya, bahkan mulai dari S1 dan S2 itu di bidang pidana," jawab Sudding.

Apalagi kata Sudding, Abraham Samad telah berjanji, kalau dalam satu tahun tidak bisa menjalankan janji-janjinya, dia akan mundur.

"Bagi kita orang Makassar itu harus dia ikuti apa yang telah diucapkan. Bahasa Makassarnya itu taro ada taro gau. Apa yang kau ucapkan itu yang harus kau laksanakan," jelasnya.

Tapi, Sudding membantah bahwa pihaknya mendukung Abraham berdasarkan sentimen kedaerahan, dimana Sudding juga berasal dari daerah yang sama yaitu Sulawesi Selatan. Meski dia tak menampik turut mensosialiasikan Abraham.

"Namanya juga kita sosialisasi. Kita menawarkan kepada kawan-kawan dan kawan-kawan memberikan respons itu ya alhamdulillah. Partai Hanura ini kan partai minoritas. Jadi kita hanya menawarkan figur," ungkapnya.

Sudding juga mengklaim enam fraksi Partai Golkar, PDIP, PKS, PPP, Gerindra, dan Hanura mendukung Abraham Samad. "Mudah-mudahan tidak meleset," demikian Sudding. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya