Berita

syarief hasan/ist

Luruskan Rilis KPK, Menteri Syarief Hasan Tegaskan Tak Punya Data Akses Pasar Domestik

KAMIS, 01 DESEMBER 2011 | 17:38 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMIOL. Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengapresiasi hasil survei KPK yang memberikan nilai minim dalam pelayanan akses data pasar domestik kepada masyarakat. Menteri Syarief berjanji terus memperbaiki kinerja instansinya.

Namun, Syarief Hasan meluruskan laporan yang diumumkan KPK itu. Hasil survei menyebutkan Kementerian Koperasi termasuk instansi dengan pelayanan terburuk. Atas survei tersebut, diindikasikan ada praktek suap dalam Kemenkop. Menurut dia, kementeriannya tidak mempunyai akses data pasar domestik. Yang dipunyai lengkap oleh Kemenkop dan UKM adalah akses data Koperasi, UKM dan pasar tradisional yang sedang dibangun.

"Akses pasar domestik domainnya bukan di Kementerian Koperasi dan UKM. Jadi jelas kalau dinilai dari situ penilaiannya akan minim," tegas Syarief kepada Rakyat Merdeka Online di Jakarta beberapa waktu lalu. 


Walaupun begitu, kata Syarief, feedback-nya sebagai kritik positif untuk segera dibenahi, kementeriannya akan terus memperbaiki diri, termasuk bekerjasama dengan BPS untuk survei dan riset.

"Secara umum, saya menyadari data di Kementerian Koperasi dan UKM sangat kurang. Data koperasi bahkan baru akurat setelah saya masuk ke kantor ini," katanya.

Saat ini jumlah koperasi 186.907 unit, dan dimana saja koperasi itu beroperasi sudah terdata, termasuk nama pengurus, perkembangan usaha, SHU dan lain-lainnya. Yang belum selesai dikerjakan adalah data pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), termasuk dimana saja domisilinya.

Bisa saja, kata dia, yang dimaksudkan dari laporan KPK tersebut, mungkin akses data pasar domestik UMKM yang belum tercatat secara menyeluruh. “Meski demikian, saya akan meminta arahan dari pimpinan KPK supaya kinerja kami lebih bagus ke depan.”

Terkait data pasar domestik UMKM, jelas Syarief, bukan datanya yang kurang. Akan tetapi memang tidak ada sama sekali. Inilah yang menjadi persoalan sehingga akan melakukan terobosan.

"Terobosan itulah yang dikatakan inovasi. Kami tidak harus menyerah, tetapi bagaimana melaksanakan inovasi tersebut, itu yang harus kami perjuangkan. Kami sudah menerima prestasi wajar tanpa pengecualian (WTP) di bidang keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (KPK). Tetapi, saya belum puas dengan adanya pengumuman KPK," ungkap Syarief.

Dalam transparansi Pengelolaan Keuangan Negara (PKN), menurutnya, rapot Kemenkop dan UKM cukup baik. Sebab  mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK yang merupakan prestasi tertinggi di bidang keuangan. Namun dengan adanya hasil survei integritas dari KPK, pihaknya menambahkan belum merasa puas meski BPK sudah memberi penilaian WTP. Karena itu, Syarif mengaku sedang mengevaluasi hasil survei integritas publik yang dilakukan KPK. Sebab hasil survei tersebut menyangkut layanan akses data pasar domestik. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya