Berita

M Jasin

Wawancara

WAWANCARA

M Jasin: Kami Berhasil Identifikasi Instansi Yang Masih Korupsi

RABU, 30 NOVEMBER 2011 | 09:00 WIB

RMOL. Survei integritas yang dilakukan KPK bukan untuk gagah-gagahan. Tapi banyak tujuannya. Salah satunya, untuk mengetahui instansi mana saja yang masih korupsi.

“Dengan survei itu, kami ber­hasil mengidentifikasi unit laya­nan publik mana saja yang masih korup,’’ ujar Wakil Ke­tua KPK, M Jasin, kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Senin (28/11).

Seperti diberitakan, Senin (28/11), KPK merilis hasil survei integritas ta­hun 2011 terha­dap 89 instansi. Hasil survei ter­sebut me­nunjukkan rata-rata nilai dari indeks integritas nasio­nal adalah 6,31. Rata-rata nilai integritas di instansi pusat sebesar 7,07. Ins­tansi vertikal 6,40. Integritas instansi di daerah 6,00.

Instansi pusat dengan indeks integritas tertinggi adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), disusul oleh Kemen­terian Kesehatan, PT Jamsostek, Kementerian Perindustrian, dan PT Pelindo. Sedangkan yang terendah adalah Kementerian Ko­perasi dan UKM, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kementerian Agama.

M Jasin selanjutnya mengata­kan, setelah KPK berhasil me­ngidentifikasi unit layanan publik yang masih korup, KPK akan memberi masukan bagi instansi tersebut

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa itu saja tujuan KPK me­la­kukan survei itu?

Kami menilai layanan publik di Indonesia masih banyak yang korupsi. Makanya KPK mela­ku­kan pengukuran ilmiah terha­dap tingkat korupsi. Selain itu, kami juga mencari faktor-faktor penye­bab terjadinya korupsi di lem­baga-lembaga publik dengan mensurvei pengguna langsung layanan publik.

Survei yang kami lakukan merupakan dari sudut pengguna layanan, bukan pemberi layanan.


Indikator apa yang diguna­kan KPK?

Indikator yang dinilai dalam survei tersebut, pengalaman ko­rupsi, cara pandang terhadap ko­rupsi, lingkungan kerja, sistem ad­mi­nistrasi peri­laku individu dan pence­ga­han korupsi.


Apakah valid hasil survei itu?

Pelaksanaan sur­vei ini dila­kukan dengan pe­ngu­­kuran il­miah ter­ha­dap ting­kat ko­rupsi dan faktor-faktor pe­nyebab terjadinya ko­rupsi di lembaga publik.

 Kami mensurvei pengguna langsung layanan publik yang mencapai 15.540 responden dari 69 instansi.

Survei ini dilakukan untuk mengetahui nilai integritas, indi­kator dan sub indikator integritas dalam layanan publik.


Apa hasil signifikan dari sur­vei tersebut?

Dari data yang didapatkan dari survei itu, KPK menyatakan se­cara nasional rata-rata nilai inte­gritas instansi pusat dan vertikal lebih tinggi dari rata-rata nilai integritas pemerintah daerah. Secara nasional, masih ada 43 persen atau 37 instansi atau pe­merintah daerah yang integritas­nya masih di bawah rata-rata nasional. Sepuluh nilai integritas terendah, seluruhnya diperoleh dari pemerintah daerah.


Pemerintah daerah mana saja?

Pemerintah daerah dengan integritas tertinggi diraih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Du­mai. Lalu ada Pemkot Bukit Tinggi, Pemkot Bitung, Pemkot Yogyakarta, dan Pemkot Batam. Untuk Pemerintah daerah yang integritasnya rendah, yaitu, Pem­kot Depok, Pemkot Serang, Pem­kot Semarang, Pemkot Manok­wari, dan Pemkot Ternate.


Pemerintah daerah mana saja?

Pemerintah daerah dengan integritas tertinggi diraih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Du­mai. Lalu ada Pemkot Bukit Tinggi, Pemkot Bitung, Pemkot Yogyakarta, dan Pemkot Batam. Untuk Pemerintah daerah yang integritasnya rendah, yaitu, Pem­kot Depok, Pemkot Serang, Pem­kot Semarang, Pemkot Manok­wari, dan Pemkot Ternate.


Apa rekomendasi KPK untuk instansi yang berinte­gritas ren­dah?

Pertama, mereka harus mela­ku­kan edukasi anti korupsi ke jajarannya dan memberikan laya­nan pengaduan masyarakat yang mudah aksesnya.

Kedua, memanfaatkan tekno­logi informasi untuk mencipta­kan pelayanan yang transparan, cepat, dan adil bagi pengguna layanan.


Bagaimana dengan pence­ga­han korupsi yang efektif?

Pencegahan korupsi efektif dila­kukan dengan kegiatan yang terintegrasi. Gabungan beberapa strategi yaitu survei integritas, memperbaiki sistem administrasi pemerintah yang rentan korupsi ke berbagai instansi pemerintah, mendorong inisiatif pencegahan korupsi melalui survei inisiatif anti korupsi.


Selain itu?

Pendidikan anti korupsi untuk menciptakan kesadaran masyara­kat  agar paham terhadap bahaya korupsi. Kemudian mewajibkan pejabat strategis untuk lapor ke­kayaannya, membudayakan se­tiap pegawai negeri untuk mela­por apa yang mereka terima melalui pelaporan gratifikasi. Kerja sama dengan LSM, civil society, instansi pemerintah ter­kait untuk memantau pelaksa­naan pemerintahan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya