Berita

abdullah hehamahua/ist

Abdullah Hehamahua: Miskinkan dan Asingkan Koruptor

SELASA, 29 NOVEMBER 2011 | 10:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Setiap calon pimpinan KPK memiliki visi sendiri untuk memberantas korupsi, termasuk membuat jera dan mencegah orang lain menggarong uang negara. Begitu juga dengan Abdullah Hehamahua, yang hari ini menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Menurutnya, koruptor itu harus dimiskinkan dan diasingkan.

"Bagi koruptor harus didenda (dimiskinkan). Kalau ada (punya) kebun karet atau sawit misalnya, harus diambil hasilnya dengan ketentuan yang ada," jelasnya sebelum menjalani uji kelayakan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11).


"Koruptor itu ditempatkan di pulau-pulau. Seperti Pulau Seribu. 1 orang 1 pulau, dikasih peralatan, dikasih cangkul. Dia menanam dan dalam beberapa waktu, katakanlah 3 bulan atau 6 bulan tidak boleh komunikasi dan tidak boleh bertemu keluarga, hanya (boleh bertemu) petugas," sambung penasihat KPK ini.

Soal beberapa fraksi yang mensyaratkan calon harus menandatangi fakta integritas, dia menanggapi santai. Menurutnya, persyaratan itu itu biasa-biasa saja.

"Fakta integritas itu lebih dari tanggung jawab moral. Saya akan bersedia menandatangani itu. 10 dari itu saya juga mau (tanda tangani). Tapi saya rasa tidak ada jaminan. Namun ini sebagai peringatan saja. Bagi saya tidak masalah," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya