Berita

EE Mangindaan

Wawancara

WAWANCARA

EE Mangindaan: Tidak Ada Kapal Tongkang Menabrak Jembatan Kukar

SELASA, 29 NOVEMBER 2011 | 08:54 WIB

RMOL. Kementerian Perhubungan segera mengirimkan tambahan satu kapal ferry sebagai alternatif sarana transportasi di Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Setelah ambruknya jemba­tan gantung, kami baru kirimkan satu unit kapal ferry. Tapi segera ditambah lagi,” kata Menteri Per­hubungan, EE Mangindaan, di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui Jembatan Tenggarong yang terletak di Ka­bupaten Kutai Kartanegara (Ku­kar), Kali­mantan Timur am­bruk se­kitar pukul 17.30 WITA atau se­kitar  16.30 WIB, Sabtu (26/11).

EE Mangindaan selanjutnya mengatakan, pihaknya hanya mem­­bantu Kementerian Peker­jaan Umum.

“Tekniknya adalah Kemen­te­rian Pekerjaan Umum. Kami kan hanya membantu penyebe­rangan saja,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

    

Kapan lagi kapal ditambah?

Besok (hari ini) akan ditambah satu unit lagi kapal. Ini kita laku­kan sambil menunggu jembatan itu diperbaiki. Sebab, selama ini kan memang jembatan itu saja yang jadi penghubung.


Kenapa tidak langsung dua unit kapal dikirim?

Sementara satu dulu karena der­maganya harus dibikin dulu sehingga tidak bisa langsung. Kapal ferry yang kita sediakan bisa langsung bolak-balik. Sebab, kalau berputar itu susah.


Berapa banyak kendaraan dan penumpang yang bisa di­ang­kut kapal ini?

Kapal ferry yang kita per­ban­tukan ini diperkirakan mampu mengangkut 15-20 kendaraan mobil dan motor. Kemudian  me­nampung sebanyak 100 hingga 200 orang.


Gangguan transportasi ini sa­ngat mengganggu masyara­kat, apa ada solusi lain?

Masyarakat yang akan bekerja dan anak sekolah pasti ter­ganggu. Kita dapat laporan kalau tidak ada kapal ferry maka ma­syarakat se­tem­pat harus berke­liling 40 kilo­­­meter untuk dapat jembatan lagi.


Sampai kapan keberadaan kapal ferry diperbantukan di sana?

Tentunya sampai dengan jem­batan ini selesai dibangun dan bisa dipakai lagi. Saya hanya mem­bantu bidang saya saja. Yang penting para korban di­bantu dulu.


Apa jembatan ini ambruk karena banyak kapal yang le­wat menabrak jembatan?

Saya nggak tahu itu. Semuanya harus ditelusuri lagi. Intinya, am­bruknya jembatan Kutai Karta­negara ini terus terang secara teknis tidak kita singgung. Se­bab, itu wila­yah Kementerian PU.


Apa jembatan ini ambruk karena banyak kapal yang le­wat menabrak jembatan?

Saya nggak tahu itu. Semuanya harus ditelusuri lagi. Intinya, am­bruknya jembatan Kutai Karta­negara ini terus terang secara teknis tidak kita singgung. Se­bab, itu wila­yah Kementerian PU.


Berdasarkan informasi se­ring terjadi tabrakan kapal-ka­pal tongkang?

Tidak ada data yang menun­jukkan pernah ada tabrakan kapal tongkang di se­panjang sungai ter­sebut, terutama yang mena­brak jembatan Tenggarong. Sebab, lebar sungai itu 250 meter, cu­kup lebar untuk dilewati oleh kapal-kapal tong­kang.

Hal itu berdasarkan laporan dari Dirjen Perhubungan, peris­tiwa tabrakan yang melibatkan kapal-kapal tongkang sama sekali tidak ada.


Ada berapa kor­ban yang su­­dah die­va­kuasi?

Perkembangan terkahir yang kami peroleh atas bantuan dari kami, terutama Ditjen Perhubu­ngan Laut sudah 13 evakuasi korban.


Apalagi yang dilakukan Ke­menhub untuk membantu ma­syarakat di sana?

Kami juga membangun posko di Kapolres setempat. Selain itu, kami juga sedang melakukan survei pekerjaan air. Sebab, di­per­kirakan angkutan batubara yang melewati jembatan tersebut se­kitar 30-40 kapal tongkang juga terganggu. Intinya, kami te­rus be­rupaya agar ekonomi se­tem­pat tetap ber­­jalan dengan baik.

Sekarang ini kapal-kapal pengangkut batubara tidak bisa lagi melewati jembatan itu. Begitu pula penyeberangan yang diperlukan sehari-hari oleh anak sekolah dan warga. Makanya perlu bantuan kapal ferry.  [Harian Rayat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya