Berita

abdullah hehamahua

Dua Calon dari Internal KPK Jalani Uji Kelayakan Pagi Ini

SELASA, 29 NOVEMBER 2011 | 09:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi III DPR hari ini akan melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Setelah menguji Abraham Samad dan Aryanto Sutadi, pagi ini giliran Abdullah Hehamahua dan Handoyo Sudrajat yang menyampaikan visi-misinya di hadapan anggota Komisi Hukum DPR tersebut.

Dari delapan calon pimpinan lembaga anti korupsi itu, hanya Hehamahua dan Handoyo yang merupakan berasal dari internal KPK. Saat ini, Hehamahua masih menjabat sebagai penasihat KPK. Sedangkan Handoyo menjabat sebagai Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK.

Sebenarnya, selain keduanya, terdapat pejabat KPK lainnya yang ikut mendaftar ke Panitia Seleksi Pimpinan KPK. Seperti, Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, Direktur Deputi Penindakan KPK Ade Raharja, dan Jurubicara KPK Johan Budi SP.
Tapi mereka tidak lolos di Pansel. Ketiganya diduga tidak diloloskan Pansel karena saat itu mereka disebut-sebut M. Nazaruddin pernah melakukan serangkaian pertemuan dengan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat tersebut membicarakan kasus.

Tapi mereka tidak lolos di Pansel. Ketiganya diduga tidak diloloskan Pansel karena saat itu mereka disebut-sebut M. Nazaruddin pernah melakukan serangkaian pertemuan dengan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat tersebut membicarakan kasus.

Hehamahua dan Handoyo sendiri punya peluang untuk lolos di uji kelayakan dan kepatutan Komisi III DPR. Syaratnya, kalau Komisi Hukum DPR ini mau menjadikan ranking Pansel sebagai dasar pijakan untuk menentukan pilihan. Pasalnya, keduanya masuk empat besar berdasarkan ranking KPK.

Berikut delapan Capim KPK berdasarkan ranking Pansel KPK: Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, Handoyo Sudradjat, Abraham Samad, Zulkarnain, Adnan Pandu Praja, Aryanto Sutandi. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya